Bunda Indah Dihina di Grup WA, Kapolda Terapkan Restorative Justice

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut menerapkan restorative justice atau penghentian penuntutan melalui keadilan restoratif kasus UU ITE ...

Editor: Muliadi Gani
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak (tengah) bunda Indah (kiri) dan Maini (kanan) saat melakukan konferensi pers menerapkan restoratif justice kepada kasus undang-undang ITE di grup WhatsApp pengajian emak-emak, Selasa (5/4/2022). 

PROHABA.CO, MEDAN - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut menerapkan restorative justice atau penghentian penuntutan melalui keadilan restoratif kasus UU ITE yang menjerat seorang emak-emak yang diduga mencemarkan nama bunda Indah.

Indah atau bunda Indah disebut-sebut sebagai tokoh perempuan nasional yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat Rumah Komunikasi Lintas Agama (DPP RKLA) di Sumut.

Dia pun dikenal sebagai Ketua Majelis Taklim Halimah.

Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak mengatakan antara Indah dan Maini, sebagai terlapor sudah berdamai.

Indah, selaku pihak yang dirugikan tidak melanjutkan perkara dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik ke ranah hukum.

Baca juga: Menlu Retno Ungkap Sikap Terkini Indonesia pada Perang Rusia-Ukraina, Berharap Perang Bisa Berakhir

"Hari ini saya datang untuk melihat bahwa kedua belah pihak, terlebih khusus korban sudah dengan rela hati mau memaafkan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi terkait dengan berita, isi dan tanggapan WhatsApp grup yang bersifat fitnah dan penyampaian kabar bohong," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak, Selasa (5/4/2022).

Panca menuturkan, kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik ini berawal dari grup WhatsApp pengajian emak-emak.

Terlapor diduga menyusup ke grup dan menyebarkan kabar bohong soal Indah.

Kapolda pun berpesan agar emak-emak berpikir dahulu sebelum memberikan komentar negatif yang belum tentu kebenarannya di medsos.

"Karena terkadang kita lebih cepat menggunakan jari daripada berpikir.

Baca juga: Tinggal Satu Kos, Pasangan Nonmahram Diciduk Warga, Sempat Mengaku Sudah Nikah

“Itu padahal mengakibatkan kerugian bagi orang lain."

Sementara itu, wanita yang dikenal bunda Indah menerangkan kasus bermula ketika Maini diduga sengaja menyusup ke grup WhatsApp majelis taklimnya.

Disini, Maini diduga sengaja menyebut Indah sebagai kaki tangan rezim presiden Joko Widodo yang disebut 'rezim gila'.

Melihat hal itu dia dan Wisma pun naik pitam dan langsung mengadu ke Polda Sumut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved