Universitaria
Tim USK Perkenalkan Metode Penentuan Kualitas Telur Asin
Telur bebek asin merupakan salah satu produk pangan tradisional yang popular dan dikosumsi secara luas oleh masyarakat Aceh ...
PROHABA.CO - Telur bebek asin merupakan salah satu produk pangan tradisional yang popular dan dikosumsi secara luas oleh masyarakat Aceh.
Produk yang umunya olahan rumah tangga ini, memiliki rasa yang khas dan juga kandungan komponen nutrisinya yang tinggi.
Secara umum, produk pangan ini dihasilkan melalui proses pengolahan sederhana dengan menggunakan garam, sehingga mencegah kerusakan telur akibat aktivitas mikroorgnisma serta dapat disimpan lebih lama.
Kuning telur merupakan bagian penting yang disukai konsumen, yang memiliki rasa lebih enak dengan karakteristik yang lembut,
dan kaya kandungan nutrisi dan mineral, di mana kualitas telur asin yang baik ditandai dengan kuning telur asin yang bertekstur seperti pasir, warna oranye sampai merah dan permukaannya yang berminyak.
Baca juga: Dua Balon Rektor UTU Dari USK, Rektor: Institusi Izinkan ke Salah Satu Calon
Minyak yang dikeluarkan (tereksudasi) pada kuning telur menjadi salah satu indikator penting terkait kualitas produk telur asin, diomana nilai minyak eksudasinya menjadi indeks penting untuk mengevaluasi kualitas telur produk asin.
Parameter minyak tersebut secara langsung mempengaruhi tingkat penerimaan produk telur asin oleh konsumen.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada prosedur yang murah dan ramah lingkungan dalam penentuan minyak tereksudasi dari produk telur asin.
Prosedur yang saat ini digunakan masih melibatkan bahan kimia, sehingga tidak ekonomis dan masih menggunakan beberapa bahan kimia komersial dalam prosesnya.
Hal ini telah menjadikan metode yang berbasis bahan kimia menjadi kurang efektif untuk bisa digunakan langsung oleh pengrajin telur asin bebek tradisional di Aceh, yang umumnya bertdomisili di kawasan pedesaan.
Oleh karena itu, dalam rangka penyediaan metode sederhana, ramah lingkungan dan juga untuk bagi peningkatan wawasan bagi pembuat telur bebek asin,
khususnya terkait evaluasi kualitas produk, maka tim program pengabdian masyarakat Universitas Syiah Kuala (USK) yang diketuai oleh Dr. Muliadi Ramli, S.Si, M.Si yang berangotakan Dr. Saiful, S.Si, M.Si dan Prof. Dr. Nasrullah Indris, S.Si, M.T pada selasa senin (18 April 2022)
Baca juga: Tim Riset Keilmuan FKP USK Gagas Technopark Perikanan Air Tawar di Dham Pulo
telah mengadakan sosialisasi dan pelatihan “Pemanfaatan Metode Gravimetri Sederhana Untuk Penentuan Kualitas Produk Telur Bebek Asin” di Gampoeng Klieng Manyang Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar terhadap pengrajin telur bebek asin yang ada di kawasan tersebut.
Kegiatan pelatihan tersebut diharapkan bisa menjadi sinergi positif civitas akademika USK dengan pengrajin telur bebek asin,
khususnya mengenai pemanfaatan metode gravimetri sederhana dan ramah lingkungan untuk penentuan kualitas produk telur bebek asin.
Pada kesempatan pelatihan tersebut, Dr Muliadi Ramli, S.Si M.Si didampingi beberapa mahasiswa jurusan kimia FMIPA Unsyiah juga melakukan pembimbingan sederhana untuk pembuatan telur bebek asin dengan menggunakan biomasa yang murah,
ramah lingkungan serta mudah diperoleh dari lingkungan tempat tinggal, sehingga diharapkan kawasan perkampungan, proses bisa menghasilkan produk telur asin secara lebih sederhana dengan kualitas yang lebih baik.
Baca juga: Dosen Prodi Teknik Mesin FT USK Berhasil Cipta Turbin Handmade
Pada kesempatan Dr Muliadi Ramli, bersama tim mengharapkan kegiatan pengabdian tersebut bermanfaat dalam peningkatan wawasan dan pengetahuan untuk produk bebek asin yang lebih baik.
khususnya bagi pengrajintelur asin di gampoeng Klieng Manyang, Kecamatan Suka Makmur Aceh Besar.
Di sisi yang lain, Fatmawati (59 tahun), salah satu pengrajin telur bebek asin warga Gampoeng Klieng Manyang Kecamatan Suka Makmur Aceh Besar juga menyampaikan terima kasih kepada Dr Muliadi Ramli beserta seluruh tim atas jalinan Kerjasama pengabdian ini.
Beliau menyambut positip kegiatan ini yang telah berdampak positip bagi peningkatan wawasan beliau dalam peningkatan kualitas produk telur asin, sebagai salah satu usaha ekonomi keluaraga yang telah lama dijalaninya.
Kegiatan juga ditandai dengan penyerahan wadah sederhana untuk keluarga Fatmawati untuk pembuatan telur asin dan diakhiri dengan foto bersama seluruh tim pengabdian dari Universitas Syiah Kuala (USK)(serambinews.com)
Baca juga: Dosen FSTIK UBBG Dilatih Tips dan Trik Lolos Hibah PPM 2022
Baca juga: Empat Mahasiswa USK Ikut Professional Exchange ke Mesir dan Turki
Baca juga: Mahasiswa Penjas UBBG Raih Perak pada Kejurnas Menembak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Telur-bebek-asin.jpg)