Bentrokan di Darfur Barat Sudan, 213 Orang Tewas

Sedikitnya 213 orang tewas dalam tiga hari kekerasan antara kelompok Arab dan non-Arab di Darfur Barat Sudan ...

Editor: Muliadi Gani
MUSTAFA YOUNES VIA AP
Foto setelah terjadinya serangan di desa Masteri, Darfur barat, Sudan, Sabtu, 25 Juli 2020. Gelombang kekerasan baru-baru ini di Darfur, wilayah bekas perang di Sudan barat, membuat lebih dari 14.000 anak kehilangan perawatan medis, menurut laporan kelompok bantuan terkemuka pada Kamis, 30 Juli 2020. 

PROHABA.CO, KHARTUM - Sedikitnya 213 orang tewas dalam tiga hari kekerasan antara kelompok Arab dan non-Arab di Darfur Barat Sudan.

Gubernur negara bagian itu memberikan jumlah resmi pertama untuk bentrokan baru-baru ini.

Dilansir AFP, Darfur Barat telah dicengkeram oleh pertempuran mematikan selama berhari-hari yang sebagian besar berpusat di Krink.

Wilayah itu berpenduduk hampir 500.000 orang dan sebagian besar dihuni oleh suku Massalit Afrika.

"Kejahatan besar-besaran ini menyebabkan sekitar 201 tewas dan 103 terluka pada hari Minggu saja," kata Gubernur Darfur Barat Khamees Abkar dalam sebuah video yang diterbitkan Selasa (26/4) malam.

Baca juga: Protes Antikudeta Sudan, Lima Demonstran Tewas

Kekerasan pertama pecah pada hari Jumat (22/4) dan meningkat ketika orang-orang bersenjata menyerang desa-desa Massalit non-Arab sebagai pembalasan atas pembunuhan dua anggota suku.

Data ini menurut Koordinasi Umum untuk Pengungsi dan Pengungsi di Darfur, sebuah kelompok bantuan independen.

Sedikitnya delapan orang tewas pada hari Jumat, kata Abkar, membenarkan jumlah korban tewas untuk hari itu sudah dilaporkan oleh kelompok bantuan tersebut.

Gubernur negara bagian itu menyalahkan pasukan pemerintah yang bertugas mengamankan Krink dan sekitarnya.

Mereka menarik diri "tanpa pembenaran apa pun" ketika serangan-serangan utama dimulai Minggu (24/4) pagi.

Baca juga: Bentrokan di Masjid Aqsa, 152 Warga Pelestina Terluka

"Kota Krink hancur total termasuk institusi pemerintah," kata Abkar.

"Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan."

Pertempuran pada hari Senin (25/4) menyebar ke Geneina, ibukota provinsi Darfur Barat.

Saksi mata menuduh milisi Janjaweed mendalangi kekerasan.

Janjaweed adalah milisi Arab yang menjadi terkenal karena perannya dalam penindasan pemberontakan etnis minoritas di Darfur pada awal 2000-an di bawah otokrat Omar al-Bashir.(kompas.com)

Baca juga: Rusia Ungkap Risiko Bentrokan yang Tak Disengaja dengan NATO di Arktik

Baca juga: Selidiki Jaringan Pengemis, Satpol PP Garuk 14 Gepeng

Baca juga: Polisi Bongkar Jaringan Sabu Internasional, 8 Kg BB Disita

 

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved