Kamis, 7 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Mantan Presiden Brasil Sebut Zelensky dan AS Picu Perang Ukraina

Sikap para pemimpin Barat ini dinilainya tidak bertanggung jawab karena mendorong perang, alih-alih fokus pada negosiasi tertutup untuk menyetop

Tayang:
Editor: IKL
Bloomberg/AFP via Getty Images/Evaristo Sa
Luiz Inacio Lula da Silva - Mantan presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, menilai Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin sama-sama bertanggung jawab atas perang di Ukraina. 

"Kita harus melakukan percakapan yang serius. OK, Anda adalah seorang komedian yang baik. Tapi jangan biarkan kami berperang agar Anda muncul di TV," ujar Lula, menyinggung profesi Presiden Ukraina Zelensky sebelumnya sebagai aktor dan komedian.

Veteran sayap kiri itu juga menilai Biden dan para pemimpin Uni Eropa gagal bernegosiasi dengan Rusia, menjelang invasinya ke Ukraina pada Februari.

"Amerika Serikat memiliki banyak pengaruh politik. Dan Biden bisa menghindari perang, bukan menghasutnya," katanya.

"Biden bisa saja naik pesawat ke Moskow untuk berbicara dengan Putin. Ini adalah sikap yang Anda harapkan dari seorang pemimpin," tambahnya.

Menurutnya, Amerika dan Uni Eropa bisa menghindari invasi dengan menyatakan Ukraina tidak akan bergabung dengan NATO.

"Putin seharusnya tidak menginvasi Ukraina. Tapi bukan hanya Putin yang bersalah. AS dan UE juga bersalah," kata Lula.

Lula mengungguli Bolsonaro dalam jajak pendapat untuk pemilihan pada Oktober mendatang.

Ia dikenal sebagai pemain kunci di panggung internasional selama dua masa jabatannya sebagai presiden, membangun pengaruh diplomatik Brasil.

Menggambarkan dirinya sebagai pembangun jembatan, Lula mempertahankan hubungan persahabatan dengan rekan-rekannya seperti George W Bush dari AS dan Hugo Chavez dari Venezuela atau Mahmoud Ahmadinejad dari Iran.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mantan Presiden Brasil Sebut Zelensky dan AS Picu Perang Ukraina: Bukan Hanya Putin yang Salah,

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved