Rabu, 15 April 2026

45 Kapal Nelayan di Cilacap Ludes Terbakar

Lebih dari 12 jam api membakar puluhan kapal nelayan di Cilacap, Jawa Tengah. Api kali pertama diketahui muncul Selasa (3/5) sekitar pukul 17.00 WIB

Editor: Muliadi Gani
HO
Ilustrasi - Dua kapal pencari ikan terbakar di Teluk Nibung. 

PROHABA.CO, CILACAP - Lebih dari 12 jam api membakar puluhan kapal nelayan di Cilacap, Jawa Tengah.

Api kali pertama diketahui muncul Selasa (3/5) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kemudian baru dinyatakan "hijau", pada Rabu (4/5) pukul 09.30 WIB dengan menyisakan kepulan asap.

Butuh perjuangan ekstra untuk mengendalikan si jago merah tersebut

Delapan unit mobil damkar dari berbagai instansi, tiga tug boat dan water canon diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Kepala UPT Damkar Cilacap Supriyadi mengatakan, kebakaran terjadi empat titik (berita sebelumnya tertulis tiga titik).

Awalnya kebakaran terjadi di salah satu kapal dan merambat ke kapal lain yang sandar di sekitar Dermaga Wijayapura.

Baca juga: Jatuh dari Kapal Pesiar, WNA Turki Terdampar di Buleleng

"Salah satu kapal yang berada di tengah-tengah kapal yang sedang sandar terbakar.

Kemudian merambat ke kapal yang lain dan mengakibatkan tali kapal tambatan putus," kata Supriyadi kepada wartawan, Rabu (4/5). 

Kapal yang terbakar kemudian terbawa angin dan arus kencang ke arah Barat, sehingga kapal yang bersandar di Dermaga Kepanduan Pelindo dan Dermaga Beaching Pelindo turut terbakar.

Tak berhenti di situ, Rabu (4/5) dini hari, tiupan angin kencang membawa kapal yang terbakar di Dermaga Wijayapura bergerak ke arah timur hingga Dermaga Batubara.

"Bahkan pada pukul 22.30 WIB beberapa kapal dalam posisi menyala sempat mendekati Dermaga T Pertamina, dan berhasil dikejar tug boat pemadam Pertamina," ungkap Supriyadi.

Baca juga: TNI AL Tangkap Kapal Muatan Nikel Ilegal di Teluk Lasolo Sultra

Kapal kembali bergeser ke arah Barat pada Rabu (4/5) pagi karena air pasang disertai hujan cukup deras.

Lebih lanjut Supriyadi mengatakan, proses pemadaman menemui beberapa kendala.

Salah satunya, tidak adanya akses jalan di sepanjang bantaran selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Nusakambangan itu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved