Rabu, 17 Juni 2026

Luar Negeri

Korut Kekeringan, Pekerja Kantoran Ikut Bantu Petani

Pekerja kantoran di Korea Utara dikerahkan ke daerah pertanian untuk membantu petani memerangi kekeringan, kata media pemerintah pada Rabu (4/5) ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
BBCNews
Petani Korea Utara bekerja di ladang 

PROHABA.CO, PYONGYANG - Pekerja kantoran di Korea Utara dikerahkan ke daerah pertanian untuk membantu petani memerangi kekeringan, kata media pemerintah pada Rabu (4/5).

Korea Utara saat ini sedang dilanda kekeringan, berjuang mencegah kerusakan tanaman yang parah, dan apabila tidak segera diatasi akan menderita kekurangan pangan kronis.

Korut juga sangat rentan terhadap bencana alam termasuk banjir dan kekeringan, karena kurangnya infrastruktur, penggundulan hutan, dan salah urus negara selama puluhan tahun.

Surat kabar Rodong Sinmun milik Pemerintah Korea Utara melaporkan, pejabat pemerintah serta pekerja perusahaan dan pabrik secara aktif bergabung dalam pertempuran di daerah rawan kekeringan.

Baca juga: Dikabarkan Rusia Minta Bantuan kepada Korea Utara, Namun Ditolak Kim Jong Un

"Begitu mereka tiba di lokasi, mereka langsung mulai menyiram, bekerja bahu-membahu dengan para petani saat mereka berperang sengit dengan alam," tambah laporan itu dikutip dari AFP.

Laporan tersebut tidak merinci kerusakan sejauh ini, tetapi mengatakan bahwa upaya itu ditujukan untuk melawan musim kemarau yang sedang berlangsung serta mencegah kerusakan tanaman dari kekeringan sebelumnya.

Musim kemarau diperkirakan akan berlanjut sepanjang minggu, kata kantor berita resmi KCNA mengutip badan cuaca negara itu.

Ada kemungkinan hujan ringan pada Jumat (6/5), "tetapi itu tidak akan membantu mengatasi kekeringan," tambahnya.

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un telah menyerukan langkah-langkah untuk memperbaiki krisis pangan yang disebabkan oleh pandemi, topan, dan sanksi internasional atas program senjata negara itu.

Baca juga: Rusia Ingin Pecah Ukraina Jadi Dua Negara, Intelijen Kiev Sebut Seperti Korea

Korea Utara menerapkan lockdown virus corona sejak awal 2020 untuk melindungi diri dari pandemi, tetapi sedikit-sedikit masih melanjutkan perdagangan dengan Cina awal tahun ini.

Sejauh ini Korut belum mengonfirmasi satu pun kasus virus corona.

Perekonomian negara itu rapuh dan sejak lama dikritik karena memprioritaskan militernya dan program senjata nuklirnya yang terlarang daripada menyediakan kebutuhan memadai bagi rakyatnya.

Korea Utara secara berkala dilanda kelaparan, dan ratusan ribu orang meninggal pada pertengahan 1990-an, tetapi diperkirakan angka sebenarnya mencapai jutaan.

(kompas.com)

Baca juga: Rizky Febian Datangi Keluarga Mahalini di Bali, Sematkan Cincin di Jari Sang Pacar

Baca juga: Polisi Tangkap Empat Tersangka Pencuri Besi Pabrik Sawit 

Baca juga: Himako Unimal Gelar Pekan Kreativitas Mahasiswa

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
Live
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved