Pernah Ikut Operasi Seroja, Kolonel Priyanto Minta Hukumannya Diringankan
Sidang kasus dugaan pembunuhan berencana sejoli Handi Saputra dan Salsabila dengan terdakwa Kolonel Inf Priyanto memasuki babak baru ...
Hal ini terbukti bahwa terdakwa membuka Google Maps untuk mencari tempat membuang korban.
Menurut dia, jika hal tersebut sudah direncanakan sebelumnya, tentunya terdakwa tidak perlu membuka Google Maps tetapi langsung menuju tempat.
Dengan demikian, kata dia, tidak ada unsur perencanaan dalam kasus yang dihadapi Priyanto.
“Dengan uraian tersebut, dengan rencana terlebih dahulu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan,” kata dia.
Merasa bodoh Sementara itu, Priyanto mengakui telah bertindak bodoh. Ia juga mengakui bahwa perbuatannya sangat tidak baik.
“Kami mohon kiranya Yang Mulia bisa melihat dari apa yang kami lakukan hal itu memang sangat-sangat bodoh sekali, perbuatan yang betul-betul tidak baik sekali,” kata Priyanto.
Selain itu, Priyanto sangat menyesali aapa yang dilakukannya.
Sebab, perbuatannya tersebut juga telah merusak citra institusi TNI.
“Kami sangat merasa bersalah, sangat-sangat merasa bahwa kami sudah merusak institusi TNI, khususnya TNI AD,” ujar dia.
Priyanto juga mengakui bahwa sejauh ini dirinya belum sempat mengucapkan permintaan maaf kepada keluarga korban.
Ia pun berusaha agar bisa menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.
Ia berharap, perbuatan tersebut menjadi yang pertama dan terakhir dalam perjalanan hidupnya.
“Dan saya harapkan apa yang saya sampaikan bisa diterima oleh keluarga korban,” kata Priyanto.
(kompas.com)
Baca juga: Nyaris Tertipu Medina Zein, dr Richard Lee Ngaku Ditawari Alat Laser Bekas
Baca juga: Diupah Rp 300.000, Bonar Lempar Minibus Sartika, 1 Pemudik Tewas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Terdakwa-Kolonel-Inf-Priyanto-dalam-persidangan-di-Pengadilan-Militer-Tinggi-II-Jakarta.jpg)