Kriminal
Keluarga Korban Pelecehan Seks di Takengon Minta Keadilan
Siang itu, terik matahari begitu cerah, tampak sejumlah anak-anak sedang bermain pada gang kecil di sudut Takengon, ibu kota Kabupaten Aceh Tengah ...
PROHABA.CO, TAKENGON - Siang itu, terik matahari begitu cerah, tampak sejumlah anak-anak sedang bermain pada gang kecil di sudut Takengon, ibu kota Kabupaten Aceh Tengah.
Sebuah rumah di kawasan padat penduduk, satu unit sepeda motor terparkir di ruang tamu.
Di hadapan televisi satu kasur terbentang.
Dua tumpukan pakaian dalam keranjang hendak mulai disetrika, pakaian itu nanti akan diambil oleh pemiliknya.
Dengan wajah pucat dan mata sembab, seorang ibu rumah tangga tanpa sungkan menceritakan keadaan anaknya yang menjadi korban pelecehan seksual.
Kasus pelecehan seksual itu hingga saat Jumat (13/5/2022) masih menjadi misteri.
Pasalnya, pelaku masih menjadi buronan Polres Aceh Tengah.
Ibu berinisial H, salah satu korban, tampak berkali- kali mengusap hidung dan matanya.
Dalam nada pilu ia membeberkan kisah tragis yang dialami anaknya.
“Hancur Pak, gak sanggup saya lihat anak saya saat ini,” mulai bercerita dengan mata berkaca-kaca.
Berawal dari salah satu laporan warga Kecamatan Lut Tawar bahwa adanya dugaan pelecehan seksual terhadap anaknya.
Baca juga: IKA Unsri Bentuk Tim Advokasi Dampingi Mahasiswi Korban Pelecehan
Tindak asusila terhadap anak di bawah umur itu diduga dilakukan oleh pria gaek kelahiran Blangpidie, Aceh Barat Daya, 10 November 1959.
Ia buron dan namanya sudah dimasukkan polisi ke dalam daftar pencarian orang (DPO).
Syamsul Qamar atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Bang Win, sehari-hari berjualan buah di kawasan Pasar Bawah Takengon.
Pria berbadan gemuk, kulit sawo matang, dan berambut ikal itu diburu polisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Dua-Ibu-rumah-tangga-bercerita-anaknya-menjadi-korban-pelecehan-seksual-di-Aceh-Tengah.jpg)