Kriminal
Keluarga Korban Pelecehan Seks di Takengon Minta Keadilan
Siang itu, terik matahari begitu cerah, tampak sejumlah anak-anak sedang bermain pada gang kecil di sudut Takengon, ibu kota Kabupaten Aceh Tengah ...
Selanjutnya anak Bu H diperiksakan ke puskesmas setempat.
Hasilnya sangat menyedihkan, rasa sakit yang dialami anaknya perlu pengobatan serius.
“Saya membawanya ke bidan, kami beli obat antibiotik untuk saat ini,” katanya.
Saat keluarga korban coba ingin memberikan laporan kembali, Ibu H melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat.
Baca juga: Kasus Kekerasan Seksual Selama Pandemi Covid-19 Melonjak
Ibu H mengatakan pihak polisi sudah mengetahui korban bertambah dan menjadi pengembangan kasus selanjutnya.
“Saya ingin anak saya divisum juga, karena anak saya yang lebih parah dilakukan pelecehan dan sakitnya pun serius,” kata Ibu H.
Saat ini, wanita kepala tiga itu merunduk dan berharap agar pelaku cepat ditemukan, ia meminta keadilan terhadap apa yang menimpa anaknya.
Jilbab hitam yang ia kenakan berkali-kali dia gunakan untuk mengusap air mata yang membasahi pipinya.
Anaknya kini tidak banyak bicara dan bermain seperti biasa.
Bahkan, untuk berangkat ke sekolah pun ia enggan.
“Kami hanya sikit, sikit saja Pak, minta keadilan.
Kami orang susah, kerjaan saya mencuci dan setrika pakaian orang,” kata Ibu H.
Kasus tersebut sudah dilaporkan oleh pihak korban pada 28 Maret 2022 lalu.
Kurang lebih dua bulan lamanya pelaku masih dalam buruan Polisi Aceh Tengah.
Sekitar dua jam lamanya Ibu H bercerita kisah pilu yang dialaminya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Dua-Ibu-rumah-tangga-bercerita-anaknya-menjadi-korban-pelecehan-seksual-di-Aceh-Tengah.jpg)