Kriminal
Keluarga Korban Pelecehan Seks di Takengon Minta Keadilan
Siang itu, terik matahari begitu cerah, tampak sejumlah anak-anak sedang bermain pada gang kecil di sudut Takengon, ibu kota Kabupaten Aceh Tengah ...
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Nurrochman Nulhakim SIK melalui Kasatreskrim Iptu Ibrahim kepada Prohaba, Rabu (27/4/2022) mengatakan, Syamsul Qamar saat ini sudah tidak berada di Aceh Tengah.
“Kita lacak pakai handphone, dia berpindah-pindah.
Terakhir handphone nya aktif di Aceh Timur,” ungkap Ibrahim.
Sepekan kemudian, kasus ini pun berkembang, korban semakin bertambah, salah satunya adalah anak ibu H.
Ia pun awalnya tidak menyangka, anaknya yang masih duduk di bangku kelas 2 SD sering mengalami kejadian aneh tak seperti biasanya.
“Sering melamun dan mengurung diri, juga mengalami sakit di bagian kemaluannya,” ungkap H.
Korban pertama mengaku bahwa anak Ibu H juga menjadi salah satu korban dari Syamsul Qamar.
Baca juga: Terkait Pelecehan Seksual Karyawan KPI, Komnas HAM Akan Panggil Polisi
Semakin tidak karuan, Ibu H meminta bantuan kepada saudara perempuannya untuk bercerita dan mencari tahu keadaan anaknya.
“Kalau sama saya anak saya tak mau ngaku, saya minta kakak sebelah rumah untuk bercerita dengan anak saya,” ujarnya Setelah diperiksa, Ibu H benar-benar merasa terpukul bahwa benar Syamsul Qamar telah melakukan perbuatan tega terhadap anak kandungnya.
Ibu H bertanya kepada anaknya apa yang sudah dilakukan Syamsul Qamar terhadap anaknya.
Sang anak dengan spontan memegang tangan ibunya.
Ibu H merasakan getaran dan dinginnya sentuhan tangan yang memegang erat tangan ibunya itu.
“Jangan pukul saya Bu, jangan marahi saya,” kata anaknya kepada H.
Akhirnya, sang anak pun mengaku dan menceritakan apa yang sudah dialaminya selama ini.
Syamsul Qamar benar telah melakukan pelecehan seksual terhadap sang anak yang masih di bawah umur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Dua-Ibu-rumah-tangga-bercerita-anaknya-menjadi-korban-pelecehan-seksual-di-Aceh-Tengah.jpg)