Universitaria
Sekjen DPR RI Sampaikan Kuliah Umum di USK
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Dr Indra Iskandar MSi membahas kondisi perekonomian, kemiskinan, dan masa depan Aceh saat menyampaikan ...
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muliadi Gani
PROHABA.CO, BANDA ACEH - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Dr Indra Iskandar MSi membahas kondisi perekonomian, kemiskinan, dan masa depan Aceh saat menyampaikan kuliah umum di Auditorium FMIPA Universitas Syiah Kuala (USK), Darussalam, Banda Aceh, Kamis (12/5/2022) siang.
Menurutnya, Aceh punya sejarah yang menakjubkan di masa lalu dengan segala capaian yang pernah diraih.
Namun, Aceh saat ini punya sejumlah persoalan yang mengkhawatirkan.
Kondisi dan permasalahan Aceh dewasa ini, lanjut Indra Iskandar, jawabannya bisa ditemukan pada buku Perekonomian Aceh Tahun 2022 yang diterbitkan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh.
“Pada triwulan IV, perekonomian Aceh tumbuh 7,39 persen, membaik 3,01 persen dari triwulan sebelumnya.
Harus diakui ketidakpastian ekonomi karena pandemi Covid-19 masih menjadi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi,” kata Indra.
Ia menilai, hal itu juga menjadi salah satu penghambat perbaikan angka kemiskinan di Aceh.
Baca juga: Tim USK Perkenalkan Metode Penentuan Kualitas Telur Asin
Berdasarkan laporan BI, ulas Indra, masyarakat Aceh juga masih diselimuti sikap pesimis akan adanya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan, karena masih minimnya ketersedian lapangan pekerjaan.
Selain itu, faktor struktural kebijakan yang masih belum menyasar akar kemiskinan, menjadi salah satu penyebab terhambatnya penanggulangan kemiskinan di Aceh.
Dari sepuluh provinsi di Pulau Sumatra, sebutnya, Aceh merupakan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi; September 2021 mencapai 15,53 persen.
“Tingkat kemiskinan di Sumatra ini harus menjadi catatan kita semua bahwa Aceh masih mempunyai masalah yang besar.
Selain kemiskinan, Aceh juga mempunyai masalah di bidang ketenagakerjaan,” ujarnya.
Sekjen DPR RI berdarah Aceh ini mengatakan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Aceh per Agustus 2021 tercatat 6,30 persen.
Harus diakui bahwa tenaga kerja di provinsi ini didominasi oleh tenaga kerja tingkat pendidikan terakhir SMA yang angkanya mencapai 31,55 persen.
Baca juga: Rektor dan Dosen UBBG Lolos Proposal Hibah Penelitian Kemdikbudristek
“Kabar baiknya, tenaga kerja lulusan universitas menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari 12,95 persen menjadi 14,21 persen,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Sekjen-DPR-RI-Dr-Ir-Indra-Iskandar-MSi-M-Ikom-menyampaikan-kuliah-umum-di-USK.jpg)