Senin, 13 April 2026

Luar Negeri

Thailand Bagikan Bibit Ganja Gratis ke Warga untuk Ditanam

Pemerintah Thailand akan membagikan satu juta tanaman ganja gratis ke rumah tangga di seluruh negara pada Juni 2022, untuk menandai aturan baru ...

Editor: Muliadi Gani
Freepik/jcomp
Tanaman Ganja 

PROHABA.CO, BANGKOK - Pemerintah Thailand akan membagikan satu juta tanaman ganja gratis ke rumah tangga di seluruh negara pada Juni 2022, untuk menandai aturan baru yang mengizinkan warga menanam ganja di rumah, kata Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul.

Anutin mengumumkan kebijakan tersebut di Facebook pada 8 Mei.

Ia menyatakan niatnya untuk menanam tanaman ganja seperti tanaman rumah tangga.

Aturan baru yang mulai berlaku pada 9 Juni ini akan mengizinkan warga menanam tanaman ganja di rumah setelah memberitahu pemerintah daerah.

Akan tetapi, tanaman ganja itu harus memiliki tingkat medis dan digunakan secara eksklusif untuk tujuan pengobatan.

Selain itu, ganja tidak boleh digunakan untuk tujuan komersial tanpa izin lebih lanjut.

Baca juga: Pengantin Campur Ganja dalam Hidangan, Pesta di Florida Gempar

Kebijakan ini merupakan langkah terbaru dalam rencana Thailand untuk menerapkan ganja sebagai tanaman komersial.

Sekitar sepertiga dari tenaga kerja "Negeri Gajah Putih" bekerja di bidang pertanian, menurut Bank Dunia.

Di wilayah yang terkenal dengan hukuman keras terhadap obat-obatan terlarang, Thailand pada 2018 menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang melegalkan ganja untuk penelitian dan penggunaan medis.

Negara kerajaan itu juga melonggarkan undang-undang lokal seputar ganja.

Produsen minuman Thailand dan perusahaan kosmetik tahun lalu bergegas meluncurkan produk dengan rami dan CBD, senyawa di ganja yang tidak memabukkan, setelah penggunaannya disetujui untuk barang-barang konsumen.

Baca juga: Kondisi Makam Dorce Gamalama Memprihatinkan, Keluarga Justru Saling Rebutan Warisan

Dalam unggahan di Facebook lebih lanjut pada 10 Mei, Anutin menyebutkan bahwa perusahaan Thailand yang terdaftar untuk melakukannya dapat menjual produk ganja yang mengandung kurang dari 0,2 tetrahydrocannabinol atau THC, bagian dari ganja yang membuat orang mabuk.

"Ini akan memungkinkan warga dan pemerintah menghasilkan lebih dari 10 miliar baht (Rp 4,2 triliun) per tahun pendapatan dari ganja dan rami," tulis Anutin.

Kitty Chopaka pengusaha ganja yang berbasis di Bangkok mengatakan kepada CNN, undang-undang itu dimaksudkan untuk membolehkan orang-orang menggunakan tanaman ganja dalam teh atau sup obat.

Dia menambahkan, meskipun penggunaan narkoba untuk rekreasi tetap ilegal, "merokok ganja akan terjadi, dan tidak mungkin (pemerintah) dapat menghentikannya."

(kompas.com)

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Ditahan Imigrasi Singapura, Tunjukkan Ruang Tahanan Bak Penjara

Baca juga: Nikita Mirzani dan DJ Seksi Dinar Candy Siap Adu Jotos di Ring Tinju

Baca juga: Kernet Tewas Tersengat Listrik Saat Potong Pelepah Sawit

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved