Jumat, 17 April 2026

Penyelidik AS Ungkap Pesawat China Eastern Sengaja Ditabrakkan

Diketahui, Boeing 737-800 sedang dalam perjalanan dari Kunming ke Guangzhou pada 21 Maret 2022 ketika jatuh dari ketinggian jelajah 29.000 kaki

Editor: IKL
AFP
Foto yang diambil pada 21 Maret 2022 ini menunjukkan pecahan puing pesawat penumpang China Eastern yang jatuh di lereng gunung di daerah Tengxian, kota Wuzhou, di wilayah Guangxi selatan China. - Pesawat China Eastern diduga sengaja ditabrakkan. 

PROHABA.CO - Data penerbangan menunjukkan pesawat China Eastern Airlines sengaja ditabrakkan.

Penyelidik Amerika Serikat mengatakan bahwa seseorang di kokpit sengaja menabrakkan penerbangan China Eastern yang tiba-tiba jatuh ke tanah di China selatan.

Diketahui, Boeing 737-800 sedang dalam perjalanan dari Kunming ke Guangzhou pada 21 Maret 2022 ketika jatuh dari ketinggian jelajah 29.000 kaki ke lereng gunung.

Akibat insiden tersebut, 132 orang di dalamnya tewas.

Itu adalah bencana penerbangan terburuk di China daratan dalam hampir 30 tahun.

Perekam data penerbangan yang ditemukan dari lokasi kecelakaan dikirim ke Amerika Serikat untuk dianalisis dan menunjukkan bahwa seseorang, mungkin pilot atau seseorang yang memaksa masuk ke kokpit, memasukkan perintah untuk mengirim pesawat menukik.

Baca juga: Beri Peringatan Keras untuk Barat, Putin akan Terbangkan Pesawat Kiamat di Hari Kemenangan 9 Mei

Baca juga: 132 Penumpang Pesawat China Eastern yang Jatuh Belum Ditemukan

"Pesawat itu melakukan apa yang diperintahkan oleh seseorang di kokpit," kata seseorang yang mengetahui penilaian awal oleh para ahli di Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS kepada Wall Street Journal, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Pilot tidak menanggapi panggilan berulang dari pengontrol lalu lintas udara dan pesawat terdekat selama penurunan cepat, kata pihak berwenang.

Satu sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa penyelidik sedang mencari tahu apakah kecelakaan itu adalah tindakan yang disengaja.

Administrasi Penerbangan Sipil China mengatakan pada 11 April, sebagai tanggapan terhadap rumor internet tentang kecelakaan yang disengaja, bahwa spekulasi tersebut sangat menyesatkan publik dan mengganggu pekerjaan investigasi kecelakaan.

Boeing dan NTSB menolak berkomentar kepada kantor berita dan merujuk pertanyaan ke regulator China.

Menurut sebuah laporan dari Boeing, penyelidik tidak menemukan bukti "sesuatu yang abnormal," kata Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) pada bulan April.

Dalam sebuah pernyataan, CAAC mengatakan staf telah memenuhi persyaratan keselamatan sebelum lepas landas.

Pesawat itu tidak membawa barang-barang berbahaya dan tampaknya tidak mengalami cuaca buruk.

Meski demikian, badan tersebut mengatakan penyelidikan penuh bisa memakan waktu dua tahun atau lebih.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved