Berita Aceh Tenggara

Dua Mortir Diledakkan, Diduga Sisa Peninggalan Belanda atau Jepang

Tim Brimob Gayo Lues bersama Tim Penjinakkan Bom (Jibom) Gegana Polda Aceh, Rabu (18/5/2022), melakukan evakuasi dan disposal

Editor: bakri

KUTACANE - Tim Brimob Gayo Lues bersama Tim Penjinakkan Bom (Jibom) Gegana Polda Aceh, Rabu (18/5/2022), melakukan evakuasi dan disposal (pemusnahan) terhadap dua buah mortir yang ditemukan warga di pinggir Sungai Desa Simpur, Dusun Titikering Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

Disposal dilakukan dengan meledakkan kedua mortir tersebut.

Dua mortir itu sebelumnya ditemukan seorang petani di tepi Sungai Kali Alas, Desa Simpur pada Selasa (17/5/2022), sekitar pukul 09.30 WIB.

Temuan itu dilaporkan ke warga lainnya dan pada pukul 13.30 WIB, masyarakat Desa Simpur melaporkan temuan itu ke Pos Polisi Ketambe.

Laporan itu lalu diteruskan lagi ke Polsek Badar, sehingga kemudian dilakukan pengamanan di lokasi penemuan, sambil menunggu tim Jibom Gegana Polda Aceh.

Baca juga: Pura-pura Beli Laptop, Warga Medan Ini Justru Todongkan Airsoft Gun dan Aniaya Korbannya

Baca juga: Seorang Ayah Tega Rudapaksa Anak Tiri Yang Masih Dibawah Umur, Aksinya Kepergok Istri

Tim tersebut tiba di Aceh Tenggara pada Rabu (18/5/2022) dan sekitar pukul 13.55 bergerak ke lokasi temuan.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Bramanti Agus Suyono SH SIK MH didampingi Kapolsek Badar, Ipda Irwansyah Putra Pelis SH, mengatakan, langkah pertama yang dilakukan oleh tim adalah mengevakuasi kedua mortir ke lokasi yang aman untuk pelaksanaan disposal atau pemusnahan.

Lokasi yang ditetapkan di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe.

“Pukul 15.45 WIB, mortir pertama berhasil diledakan oleh tim Jibom Gegana Polda Aceh dalam situasi aman dan baik.

Kemudian pada pukul 16.45 WIB mortir yang kedua juga berhasil diledakan,” ungkapnya.

Masa Penjajahan

Terkait asal kedua mortir itu, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Bramanti Agus Suyono SH SIK MH didampingi Kapolsek Badar, Ipda Irwansyah Putra Pelis SH, menduga merupakan benda peninggalan zaman penjajahan Belanda maupun Jepang.

Dia meminta masyarakat hati-hati melintas di kawasan tersebut, karena dikhawatirkan masih ada sisa-sia mortir lainnya yang belum ditemukan.

"Di daerah itu diduga masih ada sisa mortir peninggalan masa penjajahan Belanda maupun Jepang.

Jadi masyarakat diminta agar tidak sembarangan melintas, apalagi memukul-mukul benda yang aneh.

Ini cukup berbahaya," kata Irwansyah Putra Pelis. (as)

Baca juga: PA 212 Minta Gubernur Anies Menolak Izin Gala Dinner Miyabi di Jakarta

Baca juga: Tersangka Pengedar Sabu-sabu Ditangkap, Polisi Amankan 2,27 gram Barang Bukti

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved