Luar Negeri

Rusia Hancurkan Depot Senjata Ukraina Kiriman AS dan Eropa

Rusia mengeklaim telah menghancurkan depot persenjataan besar Ukraina di wilayah Ternopil. Di sana terdapat senjata-senjata kiriman Barat, ...

Editor: Muliadi Gani
AFP/GENYA SAVILOV
Ilustrasi Seorang pemadam kebakaran berdiri di antara reruntuhan bangunan depot yang hancur oleh serangan Rusia di Kyiv, 5 Juni 2022. 

PROHABA.CO, MOSKWA - Rusia mengeklaim telah menghancurkan depot persenjataan besar Ukraina di wilayah Ternopil.

Di sana terdapat senjata-senjata kiriman Barat, termasuk senjata kiriman Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Kabar tersebut dilaporkan oleh kantor berita Interfax, mengutip Kementerian Pertahanan Rusia.

Rusia mengeklaim menghancurkan depot persenjataan besar Ukraina tersebut dengan rudal jelajah Kalibr, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (12/6).

Sebelumnya, pasukan pertahanan Rusia dikabarkan telah menembak jatuh tiga pesawat perang Ukraina.

Baca juga: Rusia Mulai Rudal Kyiv Ibu Kota Ukraina

Baca juga: Rusia Putus Aliran Gas di Denmark dan Jerman

Kabar tersebut disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (11/6).

Ketiga pesawat tersebut adalah dua MIG-29 dan satu Su-25.

Ketiganya ditembak jatuh di wilayah Kharkiv.

Pada Sabtu, gempuran Rusia menyebabkan kebakaran besar di sebuah pabrik kimia di Kota Severodonetsk Ukraina di mana pertempuran sengit masih berkecamuk.

Gubernur Oblast Luhansk Serhiy Haidai mengatakan kepada televisi Ukraina bahwa kebakaran terjadi pada Sabtu setelah kebocoran puluhan ton minyak di pabrik Azot.

Ratusan warga sipil dilaporkan berlindung di pabrik tersebut.

Kota Severodonetsk telah menjadi titik fokus upaya Rusia untuk maju di Ukraina timur.

Baca juga: Unjuk Rasa Pecah di India, Protes Politisi BJP soal Nabi Muhammad

Baca juga: Dua Mahasiswi Tertangkap Basah Mesum Bersama Om Om di Hotel

Merebut Severodonetsk dan kota kembarnya Lysychansk akan membawa Rusia lebih dekat ke tujuannya karena akan memberi mereka kendali atas Luhansk.

Dalam pernyataannya, Haidai mengakui sebagian besar Severodonetsk sekarang berada di tangan Rusia.

Militer Rusia mengatakan bahwa semua daerah permukiman Severodonetsk sekarang berada di bawah kendalinya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved