Universitaria
Guru SMKN Ciptakan Inovasi Hemat BBM, Ini Cara Kerjanya
Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Apalagi yang memiliki kendaraan bermotor untuk melakukan aktivitas ...
Dengan cara tersebut, lanjut Sigit, dapat menurunkan temperatur mesin dan mengoptimalkan kinerja sepeda motor dalam proses pembakaran.
Baca juga: USK dan UPN Jakarta Sepakat Kembangkan Pendidikan Dokter
Baca juga: Tim Universitas Syiah Kuala Studi Banding ke Spanyol
Secara garis besar, Water Injection System tidak berbeda jauh fungsinya dengan intercooler pada mesin turbo yang umum digunakan saat ini.
Bedanya, intercooler hanya mendinginkan udara yang masuk ke ruang bakar.
"Satu liter BBM jenis pertamax normalnya hanya bisa menempuh 14-15 kilometer per jam, tapi dengan bantuan Water Injection System, bisa menempuh 25-27 kilometer per jam," bebernya.
Resmi terdaftar di HAKI
Kini, inovasi yang dicetuskannya sudah resmi terdaftar HAKI diKementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
Sigit menyebut, Water Injection System buatannya hampir sama dengan teknologi ECO Honda dan Blue Cord Yamaha.
Selama proses penelitian, Sigit didukung penuh oleh pihak sekolah tempatnya mengajar, khususnya penggunaan fasilitas sepeda motor.
Disinggung tentang rencana komersialisasi, Sigit mengaku belum memikirkan ke arah sana.
Sebab, ia masih ingin menyempurnakan teknologi yang dibuatnya.
"Kedepan mungkin akan diusulkan ke pabrikan sepeda motor, tapi sekarang baru digunakan untuk pribadi saja," tutup Sigit. (kompas.com)
Baca juga: USK Fokus Raih Akreditasi Internasional
Baca juga: 5 Universitas Luar Negeri yang Banyak Diincar Mahasiswa Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Guru-SMKN-Ciptakan-Inovasi-Hemat-BBM.jpg)