Sabtu, 25 April 2026

Tahukah Anda

Jaring Laba-laba Bisa Jadi Pemantau Kontaminasi Mikroplastik di Perkotaan

Studi baru ungkap jaring laba-laba dapat menjadi pemantau kontaminasi mikroplastik, terutama di perkotaan ...

Editor: Muliadi Gani
freepik.com/olegdoroshenko
Ilustrasi jaring laba-laba 

PROHABA.CO - Mikroplastik  hampir ditemukan di belahan Bumi mana pun, mulai dari dasar lautan hingga puncak tertinggi di Bumi.

Studi baru ungkap jaring laba-laba dapat menjadi pemantau kontaminasi mikroplastik, terutama di perkotaan.

Belakangan diketahui fragmen kecil tersebut juga mampu terbang di udara dan mengambang di atmosfer.

Itu tentunya semakin menambah daftar panjang polusi yang harus dihadapi oleh manusia.

Untung saja kini dalam sebuah studi baru, peneliti berhasil melacak keberadaan polusi udara berbahaya yang berasal dari mikroplastik itu dengan menggunakan metode yang terbilang sederhana dan unik.

Peneliti disebut memanfaatkan jaring laba-laba untuk mengetahui seberapa banyak mikroplastik di suatu wilayah.

"Laba-laba ditemukan di seluruh dunia, termasuk kota-kota.

Baca juga: Berukuran Setengah Milimeter, Robot Kepiting Terkecil di Dunia

Jaring lengket mereka adalah perangkap yang ideal untuk apa pun yang mengapung di udara," kata ahli geokimia organik Barbara Scholz-Böttcher dari Carl von Ossietzky University of Oldenburg di Jerman.

Jaring laba-laba yang lengket akan menganggu Anda saat melewatinya, ternyata dapat menjadi komoditas organik yang brilian untuk memantau kontaminasi partikel mikroplastik di atmosfer perkotaan.

Dikutip dari Science Alert, Kamis (16/6/2022) dalam studinya peneliti melakukan eksperimen dengan mengumpulkan jaring laba-laba yang menempel di halte sisi jalan kota Oldenburg di barat laut Jerman.

Peneliti kemudian menganalisis sampel jaring di laboratorium.

Para peneliti memeriksa untaian jaring untuk beberapa jenis polimer plastik yang berbeda.

Benar saja, tes mengungkapkan mikroplastik telah menempel pada jaring.

Baca juga: Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

"Semua jaring laba-laba terkontaminasi dengan mikroplastik," ungkap rekan penulis Isabel Goßmann.

Berdasarkan analisis, kontaminasi mikroplastik di perkotaan yang terperangkap dalam jaring laba-laba dapat mencapai hingga 10 persen dari berat keseluruhan jaring dan terdiri dari sejumlah jenis mikroplastik yang berbeda.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved