Selasa, 5 Mei 2026

Kriminal

Remaja Asal Sleman Habisi Pencuri Cabai

Pelaku yang berstatus pelajar tersebut menganiaya seorang pencuri cabai dengan celurit hingga korban tewas ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Tribunjogja.com/Ahmad Syarifudin
Kasus seorang bocah 17 tahun asal Sleman aniaya terduga pencuri cabai hingga tewas. Berikut barang bukti dan pelaku saat diamankan pihak kepolisian. 

PROHABA.CO, YOKYAKARTA - HH, remaja usia 17 tahun asal Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta atas kasus pembunuhan.

Pelaku yang berstatus pelajar tersebut menganiaya seorang pencuri cabai dengan celurit hingga korban tewas.

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu kebun salak di daerah Gading Kulon, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Di hari kejadian, Rabu (15/6), pembunuhan tersebut berawal saat S, tetangga HH bercerita jika tanaman cabai miliknya sering dicuri orang.

HH kemudian menawarkan diri untuk ikut S mengadang pencuri cabai.

Ia kemudian berangkat dengan bersama S ke lokasi.

"HH dijemput tetangganya untuk menuju sawah berboncengan menggunakan sepeda motor," ujar Wakapolres Sleman Kompol Tony Priyanto dalam jumpa pers, Kamis (16/6).

Baca juga: Ribut Saat Pesta Miras, Nendra Tewas Dihabisi Dua Temannya

Ternyata saat itu HH membawa celurit tanpa sepengetahuan S.

Saat itu, HH melihat pelaku pencurian berjalan ke sawah.

Ia pun menunggu sampai pelaku pencurian memetik cabai.

Saat pelaku pencurian memetik cabai, S keluar dari persembunyian mendekati dan mengepung pencuri.

Namun ternyata pencuri tersebut melarikan diri dan dikejar oleh HH.

Saat mengejar, HH mengayunkan celurit yang ia bawa dan mengenai pencuri cabai.

"HH mengejar mendekati korban lalu menyabetkan celurit sebanyak enam kali, dua kali tidak kena, empat kali mengenai tubuh korban," tuturnya.

HH terus mengejar sambil memegang jaket korban agar berhenti.

Baca juga: Warga Mee Tanjong Usi Diduga Dibunuh di Kedai Rujaknya

Baca juga: “Suamiku Mengizinkan Aku Menjual Diri demi Utangnya”

"HH terseret hingga terjatuh dan korban lari masuk ke kebun salak," jelasnya.

Setelah pencuri masuk ke kebun salak, HH dan S kembali ke rumah dan melaporkan kejadian tersebut ke tokoh warga setempat.

Pada 15 Juni 2022 sekitar pukul 08.00 WIB korban ditemukan meninggal dunia oleh seorang warga di kebun salak.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi.

Pelaku pembunuhan mengarah kepada HH yang masih berusia 17 tahun.

"Motifnya, pelaku anak kesal karena korban mencuri cabai," tandasnya.

Polisi kemudian mengamankan barang bukti berupa satu celurit panjang 30 sentimeter dengan gagang dari kayu, satu celana kolor pendek warna biru dan satu kaos warna abu-abu.

Akibat perbuatanya pelaku diancam dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun.

(kompas.com)

Baca juga: Tips Sukses Presentasi bagi Para Mahasiswa

Baca juga: 2 Bobotoh Meninggal Saat Hendak Dukung Klub Idola

Baca juga: Diduga Tewas Dianiaya, Makam Sarijan Dibongkar Tim Forensik

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved