“Suamiku Mengizinkan Aku Menjual Diri demi Utangnya”

Perempuan 26 tahun ini mengatakan, dirinya terpaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK) di warung remang-remang di wilayah Kabupaten Pangandaran, ...

Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi korban pemerkosaan 

PROHABA.CO, BANDUNG - Air mata Ani (bukan nama sebenarnya) menetes saat menceritakan kegetiran hidupnya.

Perempuan 26 tahun ini mengatakan, dirinya terpaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK) di warung remang-remang di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Ani menjadi PSK untuk melunasi utang puluhan juta rupiah kepada rentenir.

Ia meminjam uang itu untuk modal usaha suaminya.

Sebelum memutuskan jadi PSK, ibu dari empat anak ini sempat meminta izin suaminya.

Saat mendengar jawaban suaminya, Ani merasa sakit hati.

"Silakan kamu cari duit buat lunasin utang, mau jadi PSK juga ya gak apa-apa, yang penting utangnya lunas dan setelah utang lunas kamu boleh kembali lagi," ujarnya menirukan omongan suaminya, Rabu (15/6).

Ia merasa tersakiti lantaran suaminya tega mengizinkannya menjadi PSK.

"Mana ada suami orang lain yang tega melihat istrinya dengan laki-laki lain, tapi suamiku malah mengizinkan aku menjual diri demi membayar utangnya," ucapnya.

Baca juga: Razia Warung Esek-esek, Petugas Amankan Delapan PSK dan Dua Pria Hidung Belang 

Baca juga: Bu Dokter Digerebek Saat Berduaan dengan Suami Orang

Padahal, uang yang dipinjamnya dari rentenir dipakai untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

"Bukannya mengusahakan istri, justru suami bilang kepada rentenir, ‘Masalah utang itu tanggung jawab istri.

Jadi, kalau tidak bisa bayar utang, terserah mau dipenjarakan atau apa juga saya tidak peduli’," ungkapnya.

Jalan berliku kehidupan Ani

Tangis Ani tak tertahankan saat menceritakan lika-liku kehidupannya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved