Rabu, 3 Juni 2026

Kriminal

Uang Dayah MUDI Mesra Samalanga Rp 320 Juta Dirampok, Pelaku Pecahkan Kaca Mobil

Kasus perampokan uang Dayah MUDI Samalanga, Bireuen Rp 320 juta terjadi sekitar pukul 10.20 WIB, Rabu (22/06/2022) setelah memecahkan kaca mobil ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/ YUSMANDIN IDRIS
Kaca samping kiri mobil Toyota Kijang Innova pecah dan uang kontan operasional Dayah MUDI dalam mobil digasak perampok. 

PROHABA.CO, BIREUEN - Kasus perampokan uang Dayah MUDI Samalanga, Bireuen Rp 320 juta terjadi sekitar pukul 10.20 WIB, Rabu (22/06/2022) setelah memecahkan kaca mobil Toyota Kijang Innova dipinggir jalan depan Meunasah Kulah Batee, Bandar Dua, Kota Juang Bireuen.

Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, uang itu diambil dari BSI Samalanga oleh Supriadi.

Setelah itu, Supriadi yang menggunakan Toyota Innaova milik dayah buru-buru pergi ke Bireuen hendak ke Grapari tak sempat lagi singgah ke Mudi Mesra.

Sehingga uang Rp 320 juta itu ikut dibawa ke Bireuen dan diletakkan di bagian bawah samping sopir.

Setiba di Bireuen, Supriadi yang tercatat sebagai Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, menghubungi salah seorang unsur pimpinan Dayah Mudi Mesra, Tgk Nainunis MA (37) karena ada hal yang ingin dibicarakan.

Lalu, Supriadi memarkirkan Innova warna hitam BL 1258 ZP itu di depan Meunasah Kulah Batee, Bandar Bireuen.

Kemudian, ia bertemu Tgk Nainunis yang datang dengan mobil Honda Jazz.

Selanjutnya, mereka minum pada salah satu kafe di depan Meunasah Kulah Batee.

Baca juga: Mantan Keuchik di Abdya Dirampok, Uang Ratusan Juta Rupiah Raib

Baca juga: Polisi Ciduk 2 Tersangka Pedagang Tulang Gajah, 5 Goni Berisi Tulang Disita

Saat keluar dari kafe itu sekitar 15 menit berselang, keduanya terkejut melihat kaca samping sebelah kiri mobil Innova tersebut sudah pecah dan uang di dalamnya sudah tak ada lagi.

Melihat hal itu, Supriadi maupun Tgk Nainunis nyaris pingsan.

Tgk Nainunis kepada Serambi, mengatakan, setelah melihat kaca mobil sudah pecah dan uang operasional dayah tidak ada lagi dia dalamnya, ia segera menghubungi salah seorang anggota Intel Polsek Samalanga.

“Dari Samalanga, anggota polisi itu melapor ke Polsek Kota Juang dan Polres Bireuen,” ujar Tgk Nainunis yang tercatat sebagai warga Desa Matang, Kecamatan Samalanga.

Sementara Supriadi shock berat.

Ia terlihat sangat gelisah saat duduk di Mushalla Kulah Batee.

Amatan Serambi, sebagian kaca mobil jatuh ke dalam dan sebagian lainnya jatuh ke sampingnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved