Selasa, 2 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Mualem Tegaskan Gas South Andaman Tak Boleh Langsung Dialirkan ke Luar Aceh

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menegaskan bahwa gas alam yang ditemukan di Wilayah Kerja (WK) South Andaman tidak boleh

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Foto: Humas DPRA.
MUALEM - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem saat menyampaikan sambutan dalam rapat paripurna DPRA terkait persetujuan KUA-PPAS 2026, Jumat (14/11/2025).Mualem Tegaskan Gas South Andaman Tak Boleh Langsung Dialirkan ke Luar Aceh 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan gas South Andaman tidak boleh langsung dialirkan ke luar Aceh, dan harus memberi nilai tambah bagi daerah penghasil.
  • Aceh diminta tidak mengulang pengalaman Gas Arun, di mana daerah dinilai hanya menjadi penonton tanpa manfaat ekonomi maksimal.
  • Pemerintah Aceh mendorong pengolahan gas di KEK Arun Lhokseumawe untuk membuka lapangan kerja dan mendorong industri hilirisasi di daerah.
 

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menegaskan bahwa gas alam yang ditemukan di Wilayah Kerja (WK) South Andaman tidak boleh langsung dialirkan ke luar Aceh tanpa memberikan manfaat yang maksimal bagi daerah penghasil.

Menurut Mualem, Aceh tidak boleh mengulangi pengalaman masa lalu saat pengelolaan ladang gas Arun di Aceh Utara yang dinilai belum memberikan dampak optimal terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

Karena itu, Pemerintah Aceh mendorong agar gas dari Blok South Andaman terlebih dahulu diolah di Aceh sebelum didistribusikan ke wilayah lain.

“Kita sudah tahu dulu bagaimana Gas Arun.

Pada masa Soeharto dulu kita hanya menjadi penonton terbaik,” kata Mualem saat menerima silaturahmi tokoh nasional asal Aceh, Abdul Latief, bersama sejumlah tokoh Aceh lainnya di Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (29/5/2026).

Pernyataan tersebut kemudian ditayangkan melalui akun media sosial pribadinya pada Senin (1/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Mualem menekankan bahwa keberadaan cadangan gas besar di perairan Andaman harus menjadi momentum bagi Aceh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan industri berbasis energi dan hilirisasi gas.

Menurutnya, apabila gas dari South Andaman langsung dialirkan ke luar Aceh melalui jaringan pipa tanpa proses pengolahan di daerah, maka manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat Aceh akan sangat terbatas.

“Nyan pipa yang dipeuget ue Jakarta, tanyoe ka hana le sapeu meuteumeng enteuk. (Pipa gas yang dibangun itu tersambung hingga ke Jakarta, kita enggak mendapat apa-apa nanti),” ujar Mualem.

Baca juga: Lhokseumawe jadi Lokasi ORF Migas Blok Andaman, Wali Kota Desak Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Mualem mengatakan Pemerintah Aceh terus berupaya mencari formulasi terbaik agar pengembangan sumber daya alam tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi dan distribusi gas semata, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah di daerah.

Ia berharap pemerintah pusat, investor, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempertimbangkan pembangunan fasilitas pengolahan gas di Aceh  tidak seluruhnya dibawa ke luar daerah tanpa memberikan nilai tambah di wilayah penghasil.

“Jadi inilah yang perlu kita kembangkan. Saya dengan Wali tak sanggup, karena di situkan ada yang lebih besar lagi. 

“Minimal bagaimana caranya agar ada gas yang diolah di Aceh, jangan semuanya dibawa keluar,” katanya.

Menurut Mualem, pembangunan fasilitas pengolahan gas serta industri turunannya di Aceh akan membuka peluang investasi baru dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved