Kamis, 16 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Tentara Bayaran Inggris Ini Minta Hukuman Matinya Dikuranggi Jadi Penjara Seumur Hidup

Pembelaan tentara bayaran tersebut diumumkan oleh pengadilan tinggi di Republik Rakyat Donetsk (DPR) mengatakan kepada TASS pada hari Rabu.

Editor: IKL
Twitter dan EarlGrey/YouTube via NY Post
Shaun Pinner tentara bayaran Inggris yang dihukum mati mengajukan pembelaan. Pengacara Pinner yang ditunjuk secara lokal meminta pengadilan untuk mengurangi hukuman menjadi penjara seumur hidup. 

PROHABA.CO -- Shaun Pinner, seorang warga negara Inggris yang ditangkap yang telah berjuang untuk Angkatan Darat Ukraina, telah mengajukan banding atas hukuman matinya.

Pembelaan tentara bayaran tersebut diumumkan oleh pengadilan tinggi di Republik Rakyat Donetsk (DPR) mengatakan kepada TASS pada hari Rabu.

Pengadilan sekarang memiliki waktu hingga dua bulan untuk meninjau putusan.

Menurut kantor berita TASS yang dikutip Russia Today, pengacara Pinner yang ditunjuk secara lokal meminta pengadilan untuk mengurangi hukuman menjadi penjara seumur hidup.

Pinner ditangkap oleh pasukan Rusia dan Donbass selama pengepungan Mariupol, dan dituduh oleh DPR sebagai tentara bayaran dan mengobarkan perang ilegal melawan republik.

Dia dijatuhi hukuman mati bulan ini bersama dengan warga negara Inggris lainnya, Aiden Aslin, dan Saadoun Brahim, yang berasal dari Maroko.

Baca juga: Marshanda Dikabarkan Hilang di Amerika, Keluarga Membantah

Baca juga: Mahasiswi Lampung Otak Pembunuhan Pengusaha, Melibatkan 3 Pelaku Lainnya, Ini Alasan Diungkap Polisi

Pemerintah Inggris mengatakan "terkejut" dengan putusan itu dan berjanji akan memperjuangkan pembebasan Pinner dan Aslin.

Menteri Luar Negeri Liz Truss mengatakan bahwa Aslin dan Pinner harus diperlakukan sebagai tawanan perang, bukan tentara bayaran, dan menyebut persidangan mereka di Donetsk sebagai "penilaian palsu yang sama sekali tidak memiliki legitimasi."

Kremlin berpendapat bahwa persidangan itu sendiri dan hukuman adalah urusan dalam negeri DPR.

Andrey Kelin, duta besar Rusia untuk Inggris, mengatakan pekan lalu bahwa ia telah menerima surat "menghina dan merendahkan" dari London mengenai dua warga Inggris yang ditangkap.

Nada pesannya “bukan seruan untuk berdialog,” tambahnya, menyarankan pemerintah Inggris untuk menghubungi otoritas DPR secara langsung.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tentara Bayaran Inggris Ini Minta Hukuman Matinya Dikuranggi Jadi Penjara Seumur Hidup,

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved