Minggu, 3 Mei 2026

Luar Negeri

Rusia dan Belarusia Bersatu, Eropa Segera "Dibersihkan"

Sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin yakni pemimpin Belarusia, Alexander Lukashenko, mulai mengisyaratkan apa yang mungkin terjadi selanjutnya

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SPUTNIK/MIKHAIL METZEL via AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan sekutunya, Presiden Belarus Alexander Lukashenko (kanan), dalam pertemuan di Saint Petersburg, Rusia, 25 Juni 2022. 

PROHABA.CO, MOSKOW - Sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin yakni pemimpin Belarusia, Alexander Lukashenko, mulai mengisyaratkan apa yang mungkin terjadi selanjutnya dalam perang Rusia.

Lukashenko mengklaim akhir pekan ini bahwa dia pikir sudah waktunya bagi Eropa untuk menghadapi “pembersihan moral”.

“Waktunya telah tiba bagi Eropa yang pelupa untuk melakukan pembersihan moral,” kata Lukashenko, tanpa merinci lebih lanjut tentang apa yang akan terjadi, menurut BelTA, dilansir The Daily Beast.

Lukashenko menyebutkan bahwa upaya untuk memerangi Nazi dari Perang Dunia II, atau yang disebut Rusia sebagai “Perang Patriotik Hebat,” belum berakhir.

Dia menggemakan klaim Rusia bahwa mereka mengobarkan perang di Ukraina untuk “mendenazifikasi” atau melawan Nazi di Ukraina.

"Ini adalah perang untuk menghancurkan etnis, budaya, dan seluruh bangsa Slavia.

Baca juga: Presiden Belarus Klaim Ukraina Serang Negaranya

Hari ini kita sering mengatakan bahwa perang ini belum berakhir,” kata Lukashenko.

“Ini belum berakhir karena tidak semua orang yang terlibat dalam perang itu telah dihukum.

Perang itu belum berakhir karena sekali lagi, garis depan, kami mempertahankan ingatan sejarah kami.”

Rencananya untuk “pembersihan” di Eropa bertepatan dengan klaim Lukashenko bahwa Ukraina meningkatkan ketegangan dengan Belarus.

Lukashenko mengklaim bahwa pasukan Ukraina menembakkan rudal ke Belarus, yang katanya berhasil ditembak jatuh oleh militer Belarusia.

“Kami sedang diprovokasi,” katanya, tanpa memberikan bukti bahwa rudal tersebut memang menargetkan pos militer Belarusia.

“Mereka masih berusaha menyeret kita ke dalam perang di Ukraina.

Baca juga: Diduga Kekurangan Pasukan, Rusia Dilaporkan Rekrut Napi Jadi Relawan Perang

Tujuannya adalah untuk menyingkirkan Rusia dan Belarusia sekaligus.”

Pernyataannya yang mengkhawatirkan datang hanya beberapa minggu setelah otoritas Belarusia mengumumkan bahwa pemerintah akan membentuk unit militer baru di perbatasan dengan Ukraina.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved