Kamis, 9 April 2026

Luar Negeri

Dinasti Rajapaksa “Kuasai” Sri Lanka hingga Bangkrut

Kemarahan itu memuncak akhir pekan lalu, saat ratusan ribu pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kediaman Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa ...

Editor: Muliadi Gani
AFP PHOTO/ISHARA S KODIKARA
Dalam file foto ini diambil pada 22 November 2019, Presiden baru Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa (kanan) dan saudara Perdana Menterinya Mahinda Rajapaksa, berpose untuk foto bersama setelah upacara pelantikan menteri di Kolombo. 

PROHABA.CO, COLOMBO - Kemarahan atas krisis Sri Lanka telah membara selama berbulan-bulan, dengan banyak warganya menyalahkan kelangkaan yang meluas dan inflasi yang tak terkendali kepada dinasti Rajapaksa yang menguasai berbagai posisi penting pemerintahan.

Kemarahan itu memuncak akhir pekan lalu, saat ratusan ribu pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kediaman Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa.

Panasnya kondisi memaksanya melarikan diri di bawah penjagaan militer tepat sebelum massa menyerbu kediaman dan kantornya yang berdekatan.

Terus terdesak, Presiden Sri Lanka kabur ke Maladewa pada Rabu (13/7) mendahului proses pengunduran dirinya.

Berikut adalah profil dari beberapa tokoh kunci dinasti Rajapaksa yang menguasai posisi penting dalam pemerintahan dan dituding jadi penyebab krisis Sri Lanka, sebagaimana dilansir dari AFP.

“Terminator” Presiden Gotabaya Rajapaksa (72 tahun), mulai menjabat pada 2019, memegang kekuasaan eksekutif atas Sri Lanka selama pandemi Covid-19 yang menurut para analis membantu memicu krisis ekonomi saat ini.

Baca juga: Warga Sri Lanka Ambil Alih Istana Kepresidenan, Adakan “Pesta” di Kolam Renang

Tidak seperti saudaranya yang karismatik Mahinda, yang mengepalai dinasti Rajapaksa dan menjadi perdana menteri hingga Mei, Gotabaya memiliki sedikit pengalaman politik.

Dia berasal dari latar belakang militer.

Dia bertanggung jawab atas tentara dan polisi selama masa kepresidenan Mahinda dari 2005 hingga 2015.

Pada 2009, dia memimpin tindakan brutal pemerintah yang menghancurkan pemberontak separatis Tamil setelah puluhan tahun perang saudara.

Menurut perkiraan PBB , minggu-minggu terakhir konflik berdarah berakhir dengan kematian sekitar 40.000 warga sipil, yang digiring ke zona larangan menembak yang kemudian dibom oleh angkatan bersenjata.

Dia menyangkal tuduhan bahwa dia berada di belakang regu pembunuh, yang menculik dan "menghilangkan" lusinan lawan dengan mobil van putih.

Dia telah dijuluki "The Terminator" oleh keluarganya sendiri dan dikenal karena temperamennya yang pendek.

Baca juga: Motif Kebal Sajam, Seorang Kakek di Kalimantan Selatan Curi Organ Tubuh Jenazah

“Pemimpin dinasti Rajapaksa”

Mahinda Rajapaksa (76 tahun), adalah kepala klan Rajapaksa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved