Selasa, 28 April 2026

Luar Negeri

Dinasti Rajapaksa “Kuasai” Sri Lanka hingga Bangkrut

Kemarahan itu memuncak akhir pekan lalu, saat ratusan ribu pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kediaman Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
AFP PHOTO/ISHARA S KODIKARA
Dalam file foto ini diambil pada 22 November 2019, Presiden baru Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa (kanan) dan saudara Perdana Menterinya Mahinda Rajapaksa, berpose untuk foto bersama setelah upacara pelantikan menteri di Kolombo. 

Dia adalah presiden selama satu dekade, dan sebelum itu sudah menjabat sebagai perdana menteri pada 2004.

Mahinda pernah dipuja oleh mayoritas Sinhala-Buddha karena menumpas pemberontak Tamil.

Dia menolak penyelidikan internasional atas kekejaman yang diduga dilakukan selama perang.

Serangkaian penyelidikan lokal gagal menghasilkan investigasi atau penuntutan kejahatan perang yang layak atasnya.

Kritikus mengatakan Mahinda juga tidak berbuat banyak untuk menjembatani perpecahan dengan Tamil Sri Lanka setelah perang.

Komunitas dilarang memperingati kematian korban perang saudara dan sebagian besar tetap terpinggirkan.

Selama masa kepresidenan Mahinda, Sri Lanka juga bergerak lebih dekat ke Cina, meminjam hampir 7 miliar dollar AS untuk proyek infrastruktur, banyak diantaranya menjadi sasaran empuk korupsi, menurut laporan AFP.

Mahinda Rajapaksa mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Mei dan harus diselamatkan oleh militer setelah ribuan pengunjuk rasa menyerbu kediamannya di Colombo.

Baca juga: Sri Lanka Bangkrut, Rakyatnya Kini Berbondong-bondong Migrasi ke Negara Lain

“Tuan Sepuluh Persen”

Anggota keluarga lainnya, termasuk Basil Rajapaksa (71 tahun), yang dijuluki "Tuan Sepuluh Persen" dalam wawancara dengan BBC.

Julukan itu merujuk pada komisi yang diduga diambilnya dari kontrak pemerintah.

Administrasi berikutnya gagal membuktikan tuduhan bahwa ia menyedot jutaan dolar dari kas negara.

Semua kasus terhadapnya dibatalkan ketika Gotabaya menjadi presiden.

Basil diangkat menjadi menteri keuangan ketika Gotabaya menjadi presiden, tetapi dibuang pada April ketika presiden mencoba menyelamatkan pemerintahannya.

Sejak itu dia mengundurkan diri dari parlemen.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved