Minggu, 3 Mei 2026

Luar Negeri

Dinasti Rajapaksa “Kuasai” Sri Lanka hingga Bangkrut

Kemarahan itu memuncak akhir pekan lalu, saat ratusan ribu pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kediaman Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
AFP PHOTO/ISHARA S KODIKARA
Dalam file foto ini diambil pada 22 November 2019, Presiden baru Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa (kanan) dan saudara Perdana Menterinya Mahinda Rajapaksa, berpose untuk foto bersama setelah upacara pelantikan menteri di Kolombo. 

Selain itu masih ada Chamal (79 tahun), yang bertanggung jawab atas irigasi.

Putranya Sashindra terlibat dalam larangan impor pupuk kimia.

Putra sulung Mahinda, Namal (36 tahun), yang menjalankan kementerian olahraga dan disebut-sebut sebagai pemimpin masa depan sebelum krisis.

Dia juga akhirnya dicopot saat gejolak massa pecah April lalu.

Ketika tinggal Gotabaya yang tersisa dalam kekuasaan dari klannya, Namal pada Mei sempat mengatakan kepada AFP bahwa keluarga itu hanya melalui "masa yang buruk".

Akhil Bery dari Institut Kebijakan Masyarakat Asia mengatakan pada saat itu bahwa bahkan setelah pengunduran diri Mahinda, "merek Rajapaksa” masih mendapat dukungan di antara penduduk Sinhala.

"Meskipun banyak kesalahan dapat ditempatkan pada dinasti Rajapaksa sekarang, penerus mereka akan mewarisi kekacauan, meninggalkan ruang bagi Rajapaksa untuk tetap relevan secara politik," katanya kepada AFP. (kompas.com)

Baca juga: Krisis Sri Lanka: Pembakaran Menyebar, Mantan Perdana Menteri Melarikan Diri

Baca juga: Rusia dan Belarusia Bersatu, Eropa Segera Dibersihkan

Baca juga: WNI Dibebaskan dari Hukuman Mati di Arab Saudi Karena Mengalami Gangguan Mental

 

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved