Kriminal

Sakit Hati Di-bully, Seorang Remaja Bacok Tetangganya

Seorang remaja berinisial R (16), asal Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membacok BC (30), tetangganya sendiri diduga sakit hati ...

Editor: Muliadi Gani
THINKSTOCK
Ilustrasi garis polisi. 

PROHABA.CO, KEDIRI - Seorang remaja berinisial R (16), asal Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membacok BC (30), tetangganya sendiri diduga sakit hati karena menjadi korban bullying atau perundungan pada Minggu (10/7). 

Akibatnya, korban mengalami luka di bagian punggung dan sempat dirawat di rumah sakit. 

Sedangkan pelaku R kini ditahan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepala Seksi Humas Polres Kediri Iptu Uji Langgeng mengatakan, pelaku ditangkap di rumahnya selang beberapa jam setelah kejadian.

"Terungkapnya kasus itu berawal dari petugas yang menindaklanjuti laporan dari korban," ujar Uji dalam keterangannya, Rabu (13/7).

Baca juga: Pemilik Kebun Sawit Dibacok dan Ditombak, Pelaku Marah Sapinya Mati di Kebun Korban

Petugas juga mengamankan sebuah sabit milik pelaku yang digunakan untuk melukai serta pakaian korban sebagai barang bukti.

Adapun pelaku saat ini masih dimintai keterangan oleh penyidik unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Kediri.                      

Kepala Unit PPA Polres Kediri Ipda Yahya Ubaid mengatakan, dari hasil pemeriksaan, pelaku merasa sakit hati karena di-bully dan orang tuanya diolok-olok.

"(Karena) bully dan olok-olok tentang orangtuanya (pelaku)," ujar Yahya melalui sambungan telepon. 

Yahya menuturkan, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman pidana penjara 5 tahun.

Baca juga: Usai Mabar Game Online, Pria Tiga Anak Cabuli Gadis Remaja ke Hotel

Baca juga: Seorang Warga Belitung Dibacok OTK Saat Memasuki Rumahnya

Pelaku juga dijerat dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

Meski demikian, lanjut Ubaid, penanganan kasusnya berbeda dengan kasus umumnya karena tersangka masih di bawah umur.

Beberapa perbedaan dan merupakan hak tersangka itu misalnya durasi masa pemeriksaan yang lebih singkat hingga hak pendampingan dari Dinas Sosial setempat.

"Kita dikasih waktu 15 hari sudah harus dilimpahkan," ujar Ubaid  (kompas.com)

Baca juga: Sakit Hati Diceraikan Suami, Wanita Muda Pilih jadi PSK di Kawasan Puncak Bogor

Baca juga: Sakit Hati Adiknya Ditegur, AG Bacok Satpam Perusahaan

Baca juga: Menaruh Dendam Terhadap Ayah Tiri, Ini Pengakuan Tersangka Kepada Penyidik, Kapolres: Akan Didalami

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved