Berita Kriminal

Diduga Cabuli Putrinya, Seorang Ayah di Bima Babak Belur Dihajar Warga

AI (55), petani asal Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), diamankan polisi karena diduga mencabuli anak kandungnya ...

Editor: Muliadi Gani
pexels
ILUSTRASI PENCABULAN - Diduga Cabuli Putrinya, Seorang Ayah di Bima Babak Belur Dihajar Warga 

PROHABA.CO, BIMA - AI (55), petani asal Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), diamankan polisi karena diduga mencabuli anak kandungnya.

Pelaku juga babak belur akibat dihajar massa atas perbuatan bejatnya itu.

Beruntung, AI masih bisa diselamatkan.

Kini, AI telah menjadi tersangka dan dijebloskan ke ruang tahanan Polres Bima Kota sembari menjalani proses hukum selanjutnya.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Bima Kota, Iptu Jufri membenarkan kejadian itu.

Jufri mengatakan, pelaku diamankan di rumahnya saat dikepung dan dihajar warga.

Baca juga: Terngiang Wajah Istri, Seorang Ayah Sudah 5 Kali Setubuhi Anak Gadisnya

"Benar, pelaku yang sempat dihakimi massa ini langsung diamankan Polsek Wera pada Senin (18/7) sekitar pukul 11.00 Wita.

Terduga pelaku merupakan ayah kandung korban, dan saat ini telah diamankan," kata Jufrin saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (19/7).

Sementara itu, Jufrin mengakui bahwa sampai saat ini pihaknya belum mengetahui pasti kronologi ayah yang dituduh melakukan kekerasan seksual itu.

Menurutnya, pelaku ini melakukan aksi bejat terhadap anak kandungnya yang masih bocah.

Kasus pencabulan ini terbongkar setelah korban yang berusia 11 tahun bercerita kepada keluarganya.

Cerita korban yang memilukan itu langsung memantik kemarahan warga.

Baca juga: Tak Bisa Mengonrol Nafsu, Seorang Ayah Tega Merudapaksa Anak Kandungnya yang Masih Berusia 16 Tahun

Baca juga: Tangkap Bandar Narkoba, Lima Polisi Babak Belur Dihajar Warga

Spontan, warga mengepung pelaku dan menghajarnya.

Beruntung, kemarahan warga berhasil diredam oleh pihak kepolisian.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved