Tahukah Anda
Vaksin Booster Terbukti Tingkatkan Kekebalan terhadap Virus Corona
Studi terbaru menunjukkan, pemberian vaksin booster terbukti dapat meningkatkan kekebalan untuk melawan virus corona penyebab Covid-19 ...
PROHABA.CO - Studi terbaru menunjukkan, pemberian vaksin booster terbukti dapat meningkatkan kekebalan untuk melawan virus corona penyebab Covid-19.
Saat ini, berbagai negara di dunia termasuk Indonesia tengah melakukan program vaksinasi booster, seiring dengan teridentifi kasinya subvarian baruvirus corona seperti BA.4, BA.5, hingga BA.2.75.
Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal PNAS pada 15 Juli 2022 itu, perlindungan yang ditawarkan oleh vaksin Covid-19 dosis kedua terhadap infeksi virus corona “berumur pendek.
Vaksin dosis kedua sendiri dilaporkan mengalami penurunan efi kasi setelah enam bulan sejak diberikan.
Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya vaksinasi booster untuk masyarakat dalam melindungi nmer eka dari keparahan infeksi yang disebabkan oleh virus corona penyebab pandemi.
Baca juga: Vaksinasi Booster Capai 14,1 Persen, Kasus Covid di Nagan Sudah 4 Bulan Nihil
Dalam studi tersebut, tim yang dipimpin oleh peneliti dari Yale School of Public Health di Amerika Serikat, menghitung kemungkinan infeksi di masa depan setelah seseorang mengalami infeksi alami maupun usai disuntik vaksin.
Bisa Disuntikkan Setahun Sekali Dilansir dari Independent, Senin (18/7/2022) beberapa vaksin Covid-19 untuk booster yang digunakan peneliti di antaranya vaksin Moderna, Pfi zer, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca.
Peneliti mengatakan bahwa risiko infeksi tergantung pada jenis vaksin, yang mana vaksin mRNA produksi perusahaan farmasi Pfi zer dan Moderna dinilai menawarkan perlindungan terhadap virus dengan durasi yang lebih lama.
Berdasarkan hasil studinya, mereka menemukan vaksin mRNA memberikan perlindungan kekebalan hampir tiga kali lipat dari infeksi alami, vaksin Johnson & Johnson, dan vaksin AstraZeneca.
Penulis utama studi dari Yale School of Public Health, Jeffrey Townsend, mengungkapkan berdasarkan studinya, vaksin mRNA untuk booster atau suntikan penguat menghasilkan tingkat respons antibodi tertinggi, serta memberikan perlindungan yang lebih tahan lama daripada vaksin dua dosis atau infeksi sebelumnya.
Baca juga: Syarat Vaksinasi Booster Dianggap Persulit Mudik Lebaran
“Namun, penting untuk diingat bahwa kekebalan alami dan vaksinasi tidak saling eksklusif.
Banyak orang akan memiliki kekebalan parsial dari berbagai sumber, jadi memahami imunitas adalah kunci untuk memutuskan kapan harus meningkatkan sistem kekebalan Anda,” papar Townsend.
Diperlukannya vaksin Covid-19 baru Selain manfaat vaksin booster, studi juga mencatat perlindungan terhadap infeksi ulang atau reinfeksi virus corona perlu ditingkatkan dengan vaksin yang disesuaikan, untuk mengatasi perubahan pada virus yang terjadi sebagai bagian dari evolusi alaminya.
“Kita cenderung lupa bahwa kita berada dalam perlombaan senjata dengan virus ini, dan virus itu akan mengembangkan cara untuk menghindari respons kekebalan alami dan yang dibentuk dari vaksin apa pun,” terang salah satu peneliti studi, Alex Dornburg.
Hal ini, lanjut dia, bisa diamati pada varian Omicron, di mana vaksin yang digunakan untuk meningkatkan kekebalan terhadap varian virus corona awal menjadi kurang efektif.
Baca juga: Omicron Merebak, IDI Minta Masyarakat Segera Vaksin ‘Booster’
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Pemberian-vaksin-booster-mulai-dilaksanakan-pada-1-Januari-2022.jpg)