Senin, 8 Juni 2026

PGE Cari Sumber Migas Baru di Aceh Utara dan Aceh Timur

PT. Pema Global Energi (PGE) tengah melakukan pencarian sumber migas baru dengan seismik 3D di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur, ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO
Manajemen PT. Pema Global Energi (PGE) melakukan sosialiasi kegiatan pencarian sumber migas baru (seismik 3D) di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (3/8/2022) 

PROHABA.CO, LOKSUKON - PT. Pema Global Energi (PGE) tengah melakukan pencarian sumber migas baru dengan seismik 3D di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Kegiatan seismik ini seluas 250 kilometer persegi, yang tersebar di Kecamatan Syamtalira Bayu, Samudera, Meurah Mulia, Nibong, Tanah Luas, Syamtalira Aron, Lhoksukon, Baktiya, Baktiya Barat, Seunudon dan Lapang, Kabupaten Aceh Utara.

Sedangkan di Kabupaten Aceh Timur hanya satu kecamatan yaitu Kecamatan Madat.

Direktur utama PGE, Teuku Muda Ariaman dalam keterangan persnya, Kamis (4/8) menyebutkan, survei seismik 3D menggunakan mobil vibroseis yang akan melakukan getaran pada tanah untuk menghasilkan data.

Baca juga: Pengeboran Eksplorasi Migas di Laut Andaman Aceh Dimulai Mei 2022

“Teknisnya, saat beroperasi truk vibroseis akan menurunkan alat semacam vibrator yang ditempelkan ke tanah.

Dari vibrator itu muncul getaran.

Getaran ini yang nantinya ditangkap oleh unit lainnya yang disebut Lobo untuk diteliti oleh tim ahli," sebut Teuku Muda.

Dia menyebutkan, perusahaan plat merah milik Pemerintah Aceh itu saat ini mengelola ladang minyak dan gas peninggalan Exxon Mobil dan Pertamina Hulu Energi NSB yang dikenal dengan sebutan Blok B.

“Ladang Migas yang disebut Blok B ini hanya memiliki nilai ekonomi dua atau tiga tahun ke depan.

Maka kita harus cari sumber minyak dan gas baru.

Baca juga: Alhamdulillah! Ekonomi Aceh Triwulan 4 Tumbuh 2,79 Persen dengan migas

Baca juga: Leluhur Orang Indonesia Berasal dari Afrika?

Jika tidak, maka sangat rugi bagi Aceh karena PGE terpaksa berhenti beroperasi,” sebutnya.

"Kalau tidak dilakukan pencarian sumber migas baru maka PGE akan berhenti beroperasi.

Maka akan sangat besar kerugian bagi Aceh.

Oleh karena itu kami mohon dukungan sepenuhnya dari semua pihak untuk menyukseskan kegiatan ini" ujar Teuku Muda.

Jika seismik yang baru dilakukan menemukan cadangan minyak dan gas baru, maka gas tersebut bisa didistribusikan untuk industri lainnya di Aceh seperti PT Pupuk Iskandar Muda, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Perwakilan Badan Pengelola Migas Aceh (PBMA), Muhammad Makmun, menyampaikan bahwa kegiatan seismik 3D seismik yang dilakukan PGE adalah yang pertama kali di bawah pengawasan BPMA, setelah adanya Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) yang melahirkan PP 23 Tahun 2015 yang mengizinkan Aceh mengelola migas sendiri.

"Kami berharap agar kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal untuk menambah devisa negara yang kemudian dikembalikan dalam bentuk dana bagi hasil migas ke daerah penghasil" ujar Makmun.

(kompas.com)

Baca juga: 3 Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin Meledak

Baca juga: Israel Serang Jalur Gaza, 10 Orang Tewas

Baca juga: Di bawah Ancaman Pisau, Anak di Bawah Umur Dirudapaksa Berulang Kali oleh Pria Asal Banda Aceh

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved