Senin, 8 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Tujuh Dapur MBG di Kota Banda Aceh Berhenti Beroperasi 

Penyaluran MBG ke sejumlah sekolah pun terhenti setelah tujuh dapur MBG itu menghentikan operasionalnya mulai Senin (8/6/2026)

Tayang:
Editor: Misran Asri
Antara
BERHENTI BEROPERASI - Ilustrasi - Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah di Kota Banda Aceh terhenti setelah tujuh dari 37 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG menghentikan operasionalnya mulai Senin (8/6/2026). 

Penyaluran MBG ke sejumlah sekolah pun terhenti setelah tujuh dapur MBG itu menghentikan operasionalnya mulai Senin (8/6/2026)

PROAHABA.CO, BANDA ACEH - Dari 37 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Kota Banda Aceh 7 di antaranya berhenti beroperasi.

Hal itu dikarenakan dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat belum dicairkan atau belum masuk ke rekening virtual account (VA) yang digunakan untuk mendukung kegiatan dapur MBG.

Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah pun terhenti setelah tujuh dapur MBG tersebut menghentikan operasionalnya mulai Senin (8/6/2026). 

Koordinator Wilayah SPPG Kota Banda Aceh, Muhammad Reza, membenarkan kondisi tersebut.

Menurutnya, ketujuh dapur yang terdampak terpaksa menghentikan aktivitas karena dana yang tersedia tidak lagi mencukupi untuk menjalankan operasional harian.

“Dana utama yang dipakai untuk melaksanakan operasional di dapur itu tidak ada. 

Dalam artian ada tetapi tidak mencukupi setelah dikalkulasi. Mereka itu sedang menunggu top-up dana oleh pihak BGN pusat,” katanya, Senin (8/6/2026) dilansir dari Kompas.com

Baca juga: Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG

Ia menjelaskan, untuk menjalankan layanan MBG pada hari Senin, setiap dapur seharusnya sudah mulai melakukan persiapan sejak sehari sebelumnya.

Namun karena pencairan dana belum diterima, akibatnya 7 dapur SPPG di Banda Aceh memilih menghentikan sementara kegiatan guna menghindari persoalan administrasi dan keuangan.

Menurut Reza, BGN kini tidak lagi memperbolehkan mitra dapur menggunakan sistem talangan dana sebagaimana pernah dilakukan sebelumnya.

Kebijakan itu diterapkan untuk mencegah potensi mark-up harga maupun penyalahgunaan anggaran yang dapat menimbulkan persoalan saat proses pertanggungjawaban keuangan.

“Sekarang tidak boleh lagi mitra melakukan talang-mentalang. Karena ditakutkan terjadi mark-up harga, penyalahgunaan anggaran yang nanti ketika dilaporkan sudah melebihi dari pagu. Makanya BGN Pusat berinisiatif kalau memang (dana) tidak masuk, maka stop operasional,” ujarnya.

Baca juga: Menu MBG Berbelatung di Aceh Selatan, Siswa SMPN 3 Sawang Protes 

Dampak dari penghentian operasional tersebut langsung dirasakan oleh sekolah penerima manfaat.

Distribusi makanan bergizi gratis dari tujuh dapur yang terdampak tidak dapat dilakukan sesuai jadwal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved