Kasus
Mengaku Dizalimi, Ferdy Sambo Lakoni Drama Palsu, Berakting Cari Simpati 5 Petinggi
Kasus pembunuhan Brigadir J masih menyedot perhatian masyarakat. Satu per satu fakta baru terungkap dalam kasus penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo
PROHABA.CO, JAKARTA - Kasus pembunuhan Brigadir J masih menyedot perhatian masyarakat.
Satu per satu fakta baru terungkap dalam kasus penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan itu.
Ferdy Sambo telah ditetapkan jadi tersangka dalam kasus ini.
Namun ternyata, setelah menghabisi nyawa Brigadir J, Ferdy Sambo langsung beraksi cari simpati dari berbagai pihak.
Termasuk dari lima orang petinggi Polri.
Suami Putri Candrawathi ini bahkan tak malu berakting menangis segala agar dipercaya menjadi korban kejahatan Brigadir J.
Namun siapa sangka, justru Ferdy Sambo lah yang menjadi dalang di balik penembakan Brigadir J, ajudannya sendiri.
Drama melankolis yang dilakukan Ferdy Sambo setelah kematian Brigadir J itu dibongkar oleh Menko Polhukam, Mahfud MD.
“Memang dibohongi.
Ada skenario drama melankolis,” ungkap Mahfud MD dalam program Indonesia Lawyers Club.
Dia menjelaskan, sebelum diumumkan kasus meninggalnya Brigadir J itu, Ferdy memanggil sejumlah orang.
Baca juga: Polri Diminta Transparan Usut Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam
“Pada hari Senin sebelum peristiwa diumumkan, Pak Sambo memanggil beberapa orang, termasuk dari Kompolnas, satu orang dipanggil,” ungkap Mahfud.
Pada saat wakil Kompolnas datang, Ferdy Sambo hanya menangis sambil teriak-teriak.
“Saya ini dizalimi, istri saya dilecehkan.
Dia terus nangis gitu, tidak menjelaskan hal lain,” kata Mahfud MD yang telah mengorek keterangan dari wakil Kompolnas yang hadir saat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ferdy-Sambo-menangis-di-pelukan-Fadil-Imran-di-Mabes-Polri.jpg)