Kriminal

Persoalan Asmara, 2 Pemuda Aniaya Teman hingga Tewas

RAP (21) dan FR (21), tega menganiaya DH (21) hingga tewas. Pelaku serta korban yang berstatus mahasiswa terlibat keributan karena persoalan asmara

Editor: Muliadi Gani
TRIBUN BENGKULU
Dua pelaku pengeroyokan yang menewaskan warga Betungan berhasil diamankan Polres Bengkulu 

PROHABA.CO, BENGKULU - RAP (21) dan FR (21), tega menganiaya DH (21) hingga tewas.

Pelaku serta korban yang berstatus mahasiswa terlibat keributan karena persoalan asmara.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Jalan Meranti, Sawah Lebar Baru, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, Sabtu (8/10) sekira pukul 01.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau menyampaikan, perselisihan terjadi setelah korban mengetahui bahwa pelaku menghubungi pacarnya melalu pesan teks.

Tak terima, korban dan pelaku sepakat untuk bertemu di lokasi yang kini menjadi tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: Istri Bantu Suami Nikahi Mantan Pacar, Lalu Ketiganya Tinggal Serumah

"Perselisihan dimulai saat korban mengetahui bahwa pacarnya di chat oleh pelaku, yang membuat korban tidak terima," kata Welliwanto, Minggu (9/10).

RAP ternyata tidak sendiri, dia datang ke tempat pertemuan bersama FR untuk menemui korban.

Welliwanto menjelaskan, ketiganya justru bersitegang dalam pertemuan tersebut yang berujung tindak penganiayaan kedua pelaku kepada korban.

Salah satu pelaku memukul bagian belakang kepala korban sebanyak dua kali dengan menggunakan batu.

Korban pun kemudian mengalami pendarahan akibat pukulan tersebut hingga tak sadarkan diri.

Sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa korban tak dapat tertolong.

Baca juga: Mahasiswa di Bengkulu Tewas Dianiaya Pelaku yang Chat Kekasihnya, Terjadi saat Keduanya Bertemu

Pelaku diringkus polisi Sekira setengah jam usai kejadian, polisi berhasil meringkus kedua pelaku di kawasan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu.

Selain itu, polisi pun berhasil menyita sebilah pisau dari tangan pelaku yang telah disiapkan sebelum bertemu dengan korban.

Akan tetapi, Welliwanto mengatakan, menurut keterangan pelaku, mereka belum menggunakan pisau tersebut saat menganiaya korban karena korban tak sadarkan diri usai dihantam batu.

"Satu bilah pisau berwarna putih dengan sarung berwarna hitam yang dibawa pelaku saat bertemu korban juga ikut kita (polisi) amankan," pungkasnya.

(kompas.com)

Baca juga: Melapor Dianiaya, Renni ASN Pemkab Dairi Jadi Tersangka

Baca juga: 2 WNA Asal Tiongkok Dianiaya Gara-gara Cekcok soal Lubang Galian Tambang, Salah Satu Korban Tewas

Baca juga: KEJAM, Bocah 4 Tahun Dianiaya Hingga Koma, Pasutri di Karo Terlibat dan Keduanya Telah Ditangkap

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved