Haba Artis
Nunung Menangis Belum Bisa Pensiun, Harus Hidupi 50 Keluarga
Walaupun ingin pensiun dan menikmati masa tua, Nunung mengaku belum bisa melakukan hal itu karena masih memiliki tanggung jawab pada seluruh keluarga
PROHABA.CO, JAKARTA - Di balik tawa cerianya, pelawak Nunung menangis menceritakan alasan masih harus bekerja di usia 59 tahun.
Walaupun ingin pensiun dan menikmati masa tua, Nunung mengaku belum bisa melakukan hal itu karena masih memiliki tanggung jawab pada seluruh keluarga.
"Pengin banget, kadang-kadang ada rasa kejenuhan, rasa bosan, itu sudah mulai muncul, sudah mulai tumbuh, rasa capek," kata Nunung dikutip dari YouTube FYP Trans7.
"Tapi kembali lagi, aku masih punya tanggung jawab, aku masih punya anak-anak sekolah, kuliah, belum ada yang mentas," lanjutnya.
Nunung lantas menyebut nama anak laki-lakinya, Bagus yang meskipun menjadi satu-satunya yang sudah selesai sekolah, tapi hidupnya juga masih bergantung pada Nunung.
Baca juga: Lika-liku Nunung saat Gabung Grup Lawak Srimulat, Diawali dari Penyanyi hingga Dipecat 17 Kali
Baca juga: Caisar YKS Terharu, Saksikan Pernikahan Komedian Adul
"Baru Bagus. Bagus aja juga belum mapan hidupnya.
Punya anak tiga masih sama mamanya, sekarang aku mikir," ucap Nunung diiringi isak tangis.
"Anak-anakku masih membutuhkan saya, apalagi sekarang cucu-cucu saya yang dia tahu uminya minta ini," sambung Nunung.
Bahkan, saat dia menjalani rehabilitasi selama sembilan bulan, uang tabungannya terkuras habis untuk membiayai seluruh anggota keluarga.
"Aku tulang punggung keluarga, selama sembilan bulan aku direhab, aku sama sekali enggak ada pemasukan," kata Nunung.
"Padahal, aku harus menghidupi sekitar 50 keluarga, sampai tabungan aja habis, belum bayar rehabnya sendiri.
Habis memang, habis," sambungnya.
Baca juga: Nunung dan Soimah jadi Inspirasi, Roy Kiyoshi Terjun ke Dunia Komedi
Baca juga: Komedian Kadir Jual Aset Demi Berobat Sakit Jantung, 5 Tahun Nganggur Sepi Job
Hal itu dibenarkan oleh Bagus, di mana selama ibunya menjalani rehabilitasi, dia yang harus mengurus semua keperluan keluarga.
Sehingga, dia tahu berapa banyak orang yang menjadi tanggung jawab ibunya.
"Waktu mama masuk ke dalam (rehabilitasi) aku yang di luar, aku yang dipasrahin saat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Nunung-3.jpg)