Tahukah Anda
Tidur Kurang dari Lima Jam Sebabkan Penyakit Kronis
Hasil studi tidur kurang dari lima jam berisiko penyakit kronis tersebut terungkap setelah penelitian yang dipimpin oleh para peneliti University ...
PROHABA.CO, LONDON - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa seseorang yang tidur kurang dari lima jam per hari pada usia pertengahan hingga usia lanjut akan meningkat risiko kesehatannya.
Akibat kurang tidur setidaknya dapat menyebabkan dua penyakit kronis.
Hasil studi tidur kurang dari lima jam berisiko penyakit kronis tersebut terungkap setelah penelitian yang dipimpin oleh para peneliti University College London menganalisis dampak durasi tidur terhadap kesehatan lebih dari 7.000 pria dan wanita berusia 50, 60, dan 70 tahun.
Dikutip dari Medical Xpress, Senin (24/10/2022), dalam studi ini peneliti memeriksa hubungan antara berapa lama atau durasi tidur setiap peserta, kematian, dan apakah mereka telah didiagnosis dengan dua atau lebih penyakit kronis (multimorbiditas) seperti penyakit jantung, kanker, atau diabetes selama 25 tahun.
Dalam studi terkait efek kurang tidur bagi kesehatan tersebut, peneliti menemukan orang yang hanya tidur lima jam atau kurang pada usia 50 tahun, 20 persen lebih mungkin didiagnosis dengan penyakit kronis.
Baca juga: Jangan Olahraga Jika Kurang Tidur, Bahaya! Bisa Serangan Jantung
Selain itu, tidur selama lima jam atau kurang pada usia 50, 60, dan 70 tahun dikaitkan dengan 30-40 persen peningkatan risiko dua atau lebih penyakit kronis (multimorbiditas) bila dibandingkan dengan mereka yang tidur hingga tujuh jam.
Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa durasi tidur lima jam atau kurang pada usia 50 dikaitkan dengan 25 persen peningkatan risiko kematian selama 25 tahun kehidupan seseorang.
"Multimorbiditas sedang meningkat di negara-negara berpenghasilan tinggi.
Lebih dari setengah orang dewasa yang lebih tua sekarang memiliki setidaknya dua penyakit kronis.
Ini menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat karena multimorbiditas dikaitkan dengan penggunaan layanan kesehatan yang tinggi, rawat inap, dan kecacatan," ungkap Severine Sabia, penulis utama studi ini.
Untuk mencegah efek akibat kurang tidur atau tidur kurang dari lima jam ini, peneliti pun menyarankan untuk tidur selama tujuh hingga delapan jam per hari.
Baca juga: Kurang Tidur Sebabkan Penumpukan Lemak di Perut
"Orang pun perlu memastikan mereka mendapatkan tidur malam yang berkualitas, misalnya kamar tidur tenang, gelap, dan suhu yang nyaman sebelum tidur," papar Sabia.
Pastikan juga untuk menghindari paparan perangkat elektronik dan makan besar sebelum tidur.
Selain itu, peneliti juga menyebut aktivitas fisik dan paparan sinar matahari dapat membantu meningkatkan kualitas tidur seseorang.
Peneliti juga menilai apakah tidur dalam durasi lama seperti sembilan jam atau lebih dapat berpengaruh terhadap kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-kurang-tidur-akibat-kurang-tidur-menyebabkan-darah-tinggi.jpg)