Kriminal

Penjual Meterai Palsu Asal Pamulang Diciduk

Polisi menangkap seorang laki-laki berinisial HD (41) warga Pamulang Timur, Tangerang Selatan, Banten, karena diduga menjual meterai palsu ...

Editor: Muliadi Gani
Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
Ilustrasi meterai. 

PROHABA.CO, BENGKULU - Polisi menangkap seorang laki-laki berinisial HD (41) warga Pamulang Timur, Tangerang Selatan, Banten, karena diduga menjual meterai palsu secara online.

HD sebelumnya pernah ditangkap polisi karena kasus yang sama.

Pada 2017, HD ditangkap Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok karena pemalsuan meterai yang membuatnya dihukum enam bulan penjara.

Kemudian pada 2019, Kepolisian Resor Bandara Soekarno Hatta menangkapnya untuk kasus yang sama.

Kali ini, HD divonis 1 tahun 10 bulan penjara.

“Penangkapan tersangka berinisial HD ini, merupakan pengembangan perkara tersangka S yang sebelumnya telah kita tangkap.

Baca juga: Edarkan Uang Palsu, Ayah dan Anak Ditangkap Personel Polres Pangkalpinang

Tersangka HD ini residivis dan telah dua kali menjalani hukuman dalam perkara atau kasus yang sama,” kata Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu, AKBP Florentus Situngkir, Kamis (3/11).

Polisi juga mendapati bukti transaksi HD sejak Juli hingga September 2022 mencapai Rp 1 miliar.

“Dari bukti transaksi sementara yang ada pada kita, kurun waktu 3 bulan sekitar Rp 1 miliar,” lanjut Florentus.

Selain menangkap HD, polisi juga menyita tiga dokumen akte jual beli tanah dan bangunan yang diduga dibeli dari hasil penjualan dan peredaran materai palsu.

Baca juga: Pedagang Mi Tertipu Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu, Diduga Diberikan oleh Seorang Pemuda

Sebelumnya, Polda Bengkulu menangkap seorang perempuan bernama Shinta (25) tahun warga asal Karawang, Jawa Barat, karena diduga memperjualbelikan materai palsu.

Tersangka ditangkap di kediamannya, kawasan Lingkar Barat, Kota Bengkulu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu Kombes Dodi Ruyatman melalui Kasubdit Tipidter AKBP Florentus Situngkir, tersangka ini sejak awal Agustus 2022 memperjualbelikan materai palsu dengan harga Rp 9.000 per lembar.

Materai palsu ini pun tersangka peroleh dengan cara membeli dari seseorang melalui online.

(kompas. com)

Baca juga: Manfaat Sawi untuk Kesehatan, Mencegah Kanker hingga Menjaga Kesehatan Rambut

Baca juga: Hamil Saat Pacaran, Pasangan Kekasih Buang Bayi Baru Lahir

Baca juga: Nikita Mirzani Borong 700 Bungkus Nasi Padang untuk Semua Tahanan

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved