Kesehatan

Meskipun Terasa Lezat, Junk Food Bukanlah Makanan yang Menyehatkan, Ini Kata Ahli Gizi

Di dalam junk food kandungan gizi makanan untuk serat dan vitamin sangat rendah, tetapi junk food sangat tinggi karbohidrat.

Editor: IKL
kompas.com
ilustrasi junk food 

PROHABA.CO - Saat ini banyak orang-orang yang menyukai makanan asin, gurih dan manis.

Junk food istilah kotornya adalah sampah, dan sampah adalah sesuatu yang sudah tidak diperlukan lagi.

Di dalam junk food kandungan gizi makanan untuk serat dan vitamin sangat rendah, tetapi junk food sangat tinggi karbohidrat.

Padahal tubuh tidak memerlukan banyaknya karbohirat atau terlalu banyak lemak.

Misalkan junk food tidak cukup 1 porsi sehingga mengonsumsi 2 porsi.

Akhirnya kandungan karbohidrat yang berlebih akan diubah menjadi lemak.

Seharusnya tidak mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak, tetapi dengan konsumsi junk food maka karbohidrat yang dikonsumsi banyak.

Baca juga: Ustadzah Oki Setiana Dewi Bagikan Tips Untuk Penggunaan Mukena dan Baju Gamis Aktif

Dari Kementrian Kesehatan memang mengatur beberapa sumber makanan yang harus kita batasi yaitu gula, garam dan lemak.

Karena jika kita mengonsumsinya terlalu berlebih akan berdampak buruk bagi tubuh.

Isi dari gula adalah karbohidrat semua, karbohidrat jika tidak digunakan atau konsumsinya berlebih di dalam tubuh akan dijadikan lemak.

Jangan heran jika konsumsi gula, maka komposisi tubuh malah jadi banyak lemaknya.

Bukan hanya lemak saja, tetapi konsumsi karbohidrat berlebih juga bisa menjadi lemak.

Lemak yang berlebih juga bisa meningkatkan kolesterol dan beresiko mengalami penyakit-penyakit lainnya seperti jantung dan metabolik lainnya.

Baca juga: Apakah Wajar Anak Sering Mengalami Batuk Pilek?

Seperti yang kita ketahui bahwa konsumsi garam yang berlebih bisa memicu terjadinya hipertensi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved