Sabtu, 2 Mei 2026

Opini

Taj Mahal dan Masjid Hunto Sultan Amay: Bangunan Berfilosofi Cinta

Membuka kembali sejarah masa lalu tentang Taj Mahal. Kisah ini di mulai pada abad ke-16 saat itu kesultanan Mughal dipimpin oleh Shah Jahan.

Tayang:
Editor: IKL
FOR Prohaba.co
Yusrini Selvia - Mahasiswa Program Pascasarjana, Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Ar Raniry 

Oleh: Yusrini Selvia*)

Dewasa ini siapa yang tidak mengenal Taj mahal, bangunan megah yang termasuk ke dalam salah satu keajaiban dunia itu banyak menarik hati para wisatawan yang berkunjung ke India.

Bangunan megah nan indah itu memiliki kisah yang amat unik. Diukir dari kisah cinta sang raja kerajaan Mughal yang bernama Shah Jahan terhadap istri yang paling disayanginya yaitu Mumtaz Mahal.

Membuka kembali sejarah masa lalu tentang Taj Mahal. Kisah ini di mulai pada abad ke-16 saat itu kesultanan Mughal dipimpin oleh Shah Jahan.

Ia memimpin setelah ayahnya yaitu Jihangir yang meneruskan kepemimpinan dari Jalaluddin Akbar (1556 M).

Shah Jahan dengan nama lengkap Muhammad Shihabuddin Shah Jahan.

Beliau mendapatkan julukan Shanshah-e-adil dikarenakan selama pemerintahannya Shah Jahan adalah seorang pemimpin adil, bijaksana dan makmur.

Shah Jahan selalu menangani pemberontakan-pemberontakan secara tegas.

Periode ini kondisi negara sangat stabil dan mengalami puncak kejayaan yang sangat hebat diantara kesultanan Mughal.

Simbol bahwa istri menjadi penyejuk hati suami sangat tampak ada pada diri Mumtaz Mahal.

Bagaimana tidak semenjak Mumtaz Mahal menikah dengan Shah Jahan, sang istri ini menasehati suaminya untuk menjauhi khamar dan minuman keras, dikarenakan khamar adalah salah satu alasan penyebab bencana bagi kebanyakan sultan Mughal.

Berkat dorongan dan nasehat istrinyalah Shah Jahan dikenal dengan raja yang sangat mewah. Pada masa kepemimpinannya, dinasti Mughal sangatlah makmur. Kas negara penuh sehingga banyaknya rancangan pembangunan.

Seperti yang telah saya sampaikan bahwa Taj Mahal adalah salah satu bangunan sejarah yang sangat terkenal hingga zaman sekarang.

Bangunan dengan ciri khas yang mewah dengan marmer berwarna putih.

Taj Mahal yang berarti “Istana Mahkota” dilambangkan dengan kubahnya yang berbentuk seperti mahkota yang dipakai pada penobatan stana Mughal itu sendiri. Walaupun sebenarnya para raja Mughal sangat jarang menggunakannya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved