Sabtu, 11 April 2026

Terhirup Gas Beracun, 3 Tiga Pekerja Tewas di Palka Kapal

Tiga orang pekerja kapal di Balikpapan mengalami nasib tragis tewas akibat menghirup gas beracun hidrogen sulfida pada Minggu (22/1) ...

Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.COM/Ahmad Riyadi
Tim SAR saat melakukan evakuasi terhadap tiga pekerja yang tewas di dalam palka kapal di Balikpapan, Kalimantan Timur 

PROHABA.CO, BALIKPAPAN - Tiga orang pekerja kapal di Balikpapan mengalami nasib tragis tewas akibat menghirup gas beracun hidrogen sulfida pada Minggu (22/1) sekira pukul 16.00 Wita.

Ketiga korban bernama Arif, La Uzi dan Langkole ini diduga tak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat masuk ke dalam palka kapal.

Kepala Basarnas Kaltim, Melkianus Kotta membenarkan kejadian tersebut saat menerima informasi masuk pada pukul 16.45 Wita.

Ketiga korban tersebut saat itu hendak mengambil sampel minyak yang ada di dalam palka kapal di kawasan Kampung Baru, Balikpapan Barat.

“Bermula saat 5 orang pekerja di kapal ini bermaksud turun mengambil sampel minyak.

Baca juga: ABK Ditemukan Meninggal di Kapal yang Sudah Tenggelam di Perairan Banggai, Begini Kronologinya

3 orang turun ke dalam palka, sementar 2 orang menunggu diatas,” kata Melki.

Saat masuk ke dalam palka yang mengandung gas hydrogen sulfida itu, diduga pekerja tidak menggunakan APD lengkap.

Sehingga ketiganya menghirup gas beracun dan langsung tidak sadarkan diri.

Tim SAR langsung menerjunkan anggotanya dengan peralatan Self Contained Breathing Aparatus (SCBA) dan Vertikal Rescue.

Evakuasi pun berlangsung sekitar hampir 3 jam lantaran di dalam palka tersebut bersuhu panas, ada minyak dan berair.

“Alhamdulillah evakuasi berhasil dilakukan dengan menggunakan webbing.

Baca juga: Dua Warga Tewas Hirup Gas Beracun Saat Menguras Sumur

Baca juga: Majelis Hakim Tunda Sidang Tuntutan Eks Petinggi ACT

Tiga korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujarnya.

Sementara itu Komandan Regu SAR Balikpapan, Dwi Adi mengatakan kondisi di dalam palka memang cukup panas dan berminyak.

Sehingga jajarannya melakukan observasi terlebih dahulu guna menjamin keselamatan para rescuer.

Setelah itu menggunakan peralatan lengkap.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved