Sabtu, 13 Juni 2026

Tahukah Anda

Mengapa Ban Berwarna Hitam?

Ban kendaraan yang biasa kita temui rata-rata berwarna hitam. Pernahkah terpikir mengapa demikian? Sebelum menjawabnya, mari pahami dulu dari mana ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Andry S dari Pixabay
Foto: Ban mobil 

PROHABA.CO - Ban kendaraan yang biasa kita temui rata-rata berwarna hitam. Pernahkah terpikir mengapa demikian?

Sebelum menjawabnya, mari pahami dulu dari mana asal karet yang digunakan untuk membuat ban.

Karet secara alami didapatkan dari zat putih lengket dikenal sebagai lateks yang berasal dari getah pohon.

Lateks bersifat lengket dan berwarna putih.

Untuk mendapatkannya, pemanen harus membuat sayatan pada kulit kayu/pohon karet.

Setelah sayatan dibuat, cairan putih itu keluar dan mulai mengalir.

Cairan itu kemudian disimpan dan ditambahkan asam untuk membuat karet alam.

Suhunya harus tepat agar lateks dapat keluar dari pohon dengan baik yang hanya terjadi jika cuaca cukup dingin.

Baca juga: Viral! Aksi Arogansi Sopir Pajero Hitam, Todongkan Pisau ke Pengemudi Terios, Korban Lapor Polisi

Jika suhu terlalu panas, maka lateks, bahan baku utama ban mobil ini, akan menjadi padat dan tidak dapat mengalir ke bawah pohon.

Ini alasannya mengapa pemanen lateks bekerja dari pukul 2-5 pagi, saat suhu paling dingin.

Lantas, bagaimana dengan ban mobil dan mengapa harus berwarna hitam?

Dikutip dari Science ABC, Kamis (26/1/2023), dalam proses pembuatan ban mobil, gumpalan karet putih alami akan dimasukkan ke dalam mesin dan ditambahkan dengan beberapa karet sintetis.

Langkah selanjutnya dalam proses ini adalah perubahan warna terjadi saat para pekerja menambahkan karbon hitam.

Karbon hitam hanyalah karbon dalam bentuk partikel kecil.

Ini adalah produk sampingan dari bahan bakar fosil yang mengalami pembakaran tidak sempurna.

Karbon hitam adalah salah satu zat paling hitam di dunia dan merupakan bahan yang akhirnya memberikan warna hitam pada ban kendaraan.

Penggunaannya pun punya alasan tersendiri.

Baca juga: Jalan ke Lokasi Wisata Iboih dan Nol Kilometer Sabang Terputus

Baca juga: Fir’aun Tutankhamun Punya Saingan, Ditemukan Mumi dengan Hati Emas

Karbon hitam dikenal karena kemampuannya untuk bertindak sebagai bahan penguat.

Karbon hitam meningkatkan kekuatan ban, sekaligus meningkatkan daya tahannya.

Tak hanya itu, karbon hitam juga membantu menghilangkan panas dari bagian-bagian penting ban.

Seperti diketahui saat ban berjalan di jalan atau permukaan apa pun akan tercipta panas karena gesakan.

Panas ini dapat merusak ban karet dan mengurangi masa pakainya.

Setelah mengetahui bahwa karet alam putih menjadi hitam selama pembuatan karena karbon hitam, Anda mungkin bertanya-tanya apakah ban selalu berwarna hitam.

Untuk menjawabnya, mari melakukan perjalanan ke masa lalu sebentar, ke New York tahun 1900-an.

Meski tidak terlalu banyak mobil selama periode tersebut, ban pada masa itu ternyata berwarna putih.

Pada masa awal ban karet sebenarnya dibuat dengan warna putih kemudian untuk menambah kekuatannya dilapisi dengan jelaga yang menjadikannya hitam.

Perlahan-lahan, setelah penelitian dan produksi bertahun-tahun jelaga diganti dengan karbon hitam seperti sekarang ini.

(Kompas.com)

Baca juga: Ini Delapan Negara Terkuat di Dunia, AS Nomor 1

Baca juga: Tahukah Anda, 99 Persen Kasus Covid-19 Global Saat Ini Adalah vVrian Delta

Baca juga: Lubang Hitam Terdekat dengan Bumi Ditemukan

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved