Kamis, 11 Juni 2026

Tahukah Anda

Apa Jenis Garam yang Terbaik untuk Kesehatan?

Garam atau natrium klorida umumnya digunakan sebagai perasa untuk memberikan rasa asin pada makanan.  Selain itu, garam juga dimanfaatkan sebagai ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: FREEPIK
Ilustrasi garam meja. 

2. Garam kosher

Garam kosher adalah garam yang kasar dan bersisik.

Saat digunakan untuk memasak, garam jenis ini dapat menambah tekstur renyah.

Dibandingkan dengan garam meja, garam kosher murni biasanya tidak mengandung aditif seperti bahan anticaking dan yodium. 

Per sendok teh, garam kosher umumnya memiliki natrium kurang dari satu sendok teh garam meja.

Namun, karena garam kosher memiliki butiran yang lebih kasar, jadi lebih sedikit garam yang bisa ditakar dengan sendok.

Baca juga: Mengobati Stroke Pakai Garam Dapur, Begini Caranya, Tips Sehat dr Zaidul Akbar

Baca juga: Mengatasi Darah Kental Dengan Mengonsumsi Makanan ini! Tips Kesehatan dr Zaidul Akbar

3. Garam laut

Garam laut diproduksi dengan menguapkan air laut dan dapat berbentuk butiran halus atau kristal besar.

Garam laut dapat memiliki sejumlah kecil mineral seperti zat besi, potasium, dan zinc, yang mungkin menawarkan rasa berbeda dalam masakan, tetapi tidak ada manfaat kesehatan tambahan jika dikonsumsi dalam jumlah normal.

Beberapa garam laut mungkin juga mengandung mikroplastik dalam jumlah kecil, tetapi penelitian menunjukkan jumlah ini terlalu rendah untuk menimbulkan masalah kesehatan. 

4. Garam Himalaya

Garam Himalaya ditambang di perbukitan merah dari kisaran garam di Khewra, Pakistan, di lokasi tambang garam terbesar kedua di dunia. 

Garam jenis ini bisanya digunakan pada akhir masakan untuk menambah rasa dan tekstur makanan yang renyah.

Jumlah jejak karat (oksida besi) memberi warna merah kuda pada garam ini.

Garam Himalaya secara luas disebut-sebut memiliki manfaat kesehatan karena sifat mineralnya, tetapi tidak ada manfaat kesehatan yang diketahui dari menggunakan garam Himalaya dibandingkan jenis garam lainnya, sebagaimana dicatat oleh studi tahun 2020 yang dilakukan di Australia. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved