Luar Negeri
AS dan NATO Siapkan Ukraina Serang Balik Rusia, Dokumen Rahasia Bocor
Salah satu poin dalam dokumen tersebut memberikan perkiraan jumlah tentara Rusia yang tewas di Ukraina yakni sebanyak 17.500 jiwa.
PROHABA.CO, WASHINGTON DC – Sebuah dokumen rahasia yang merinci kesiapan tempur dan persiapan serangan balik Ukraina terhadap Rusia bocor di internet.
Dokumen tersebut tersebar luas di media sosial, seperti Twitter dan Telegram.
New York Times pertama kali melaporkan kebocoran dokumen rahasia tersebut pada Kamis (6/3/2023).
New York Times menyebutkan, dokumen tersebut merupakan rencana rahasia NATO dan AS.
Dilansir dari Business Insider, salah satu dokumen rahasia tersebut merinci sistem artileri HIMARS yang disediakan oleh AS.
Yang lainnya merinci kesiapan 12 brigade tempur Ukraina, termasuk peralatan mereka dan tanggal kapan mereka kemungkinan siap menghadapi pasukan Rusia.
Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan AS yang bermarkas di Pentagon mengatakan kepada New York Times bahwa pihaknya sedang meninjau bocornya dokumen rahasia itu.
“Kami mengetahui laporan beberapa unggahan media sosial dan kementerian sedang meninjau masalah ini,” kata juru bicara tersebut.
Disisi lain, beberapa ahli berpendapat bahwa meski tampak asli, dokumen tersebut kemungkinan dimodifikasi untuk tujuan propaganda.
Baca juga: Gubernur di Filipina Tewas Ditembak, Tiga Terduga Pelaku Ternyata Eks Militer
Baca juga: Rusia dan Cina Segera Ciptakan Mata Uang Baru, Ingin Lepas dari Dollar AS
Baca juga: Selama ramadhan Idul Fitri, Pertamina Siapkan Ratusan Kapal Demi Kelancaran Distribusi BBM dan LPG
Salah satu poin dalam dokumen tersebut memberikan perkiraan jumlah tentara Rusia yang tewas di Ukraina yakni sebanyak 17.500 jiwa.
Jumlah tersebut jauh di bawah perkiraan negaranegara Barat mengenai korban tewas dari pihak Rusia.
Misalnya, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pada Februari bahwa jumlah tentara Rusia yang tewas selama perang di ukraina kemungkinan berkisar antara 40.000 hingga 60.000 jiwa.
Menurut analis militer yang dikutip New York Times, dokumen tersebut kemungkinan besar direkayasa dari format aslinya, mengecilkan korban di pihak Rusia dan melebih-lebihkan korban di pihak Ukraina.
Dilansir dari Kyiv Independent, intelijen militer Ukraina menyampaikan bahwa dokumen rahasia bocor di internet sengaja dipalsukan oleh Rusia.
Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan kepada Reuters bahwa unsur-unsur Rusia atau pro-Rusia kemungkinan berada di balik kebocoran itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Tentara-Ukraina-menembakkan-amunisi-dari-AS90-saat-mereka-mengikuti-latihan-militer.jpg)