Kasus
Keluarga Tolak Dugaan AKBP Buddy Bunuh Diri, Minta Polisi Telusuri Telepon Seseorang
Pihak keluarga menolak pernyataan kepolisian yang menyebut AKBP Buddy Alfrits Towolio diduga bunuh diri dengan menabrakkan diri ke kereta api ...
Sebab, Buddy langsung bergegas berangkat dengan memesan taksi online.
Baca juga: 2 Oknum Anggota TNI Cekcok dengan Polisi di Jeneponto, Pangdam Hasanuddin: Ada Kesalahpahaman
"Nah berangkatnya anehnya dia naik Grab, katanya naik Grab.
Padahal dia ada mobil pribadi.
Kan bertanya juga keluarga kalau dia belabelain naik Grab," kata Cyprus.
"Berarti yang telepon ini berarti tidak selevel atau di bawah dia.
Karena dia harus cepat, kan kira-kira begitu.
Berarti orang telepon itu minimal di atas daripada dia, kan kita menduga juga," kata dia.
Setelah keberangkatan itu, kata Cyprus, Buddy dikabarkan ditemukan tak bernyawa di pelintasan rel kereta kawasan Pasar Enjo, Jatinegara.
Atas dasar itu, pihak keluarga meminta kepolisian untuk mendalami lebih lanjut informasi tersebut.
Keluarga pun menolak dugaan bunuh diri yang disampaikan oleh penyidik.
Keterlibatan mafi a narkoba Pihak keluarga menduga, ada keterlibatan mafi a narkoba dalam kasus tewasnya Buddy.
Cyprus mengatakan, dugaan itu muncul karena keponakannya baru saja dimutasi dari jabatan Kasubbid Paminal Polda Metro Jaya menjadi Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur.
Pihak keluarga pun menduga kematian Buddy berkait dengan tugas barunya untuk menyelidiki kasus narkoba dan berhadapan dengan pengedar hingga bandar.
"Kami menduga karena jabatan baru, mungkin diduga dia mau sidik.
Kan Kasat Narkoba, kan di situ berhadapan dengan mafia, pelaku-pelaku mafia," ujar Cyprus.
Baca juga: Istri Bripka AF Tak Percaya Suaminya Tewas Bunuh Diri
Baca juga: Polisi Diduga Bunuh Diri Usai Gelapkan Pajak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Seorang-anggota-polisi-memegang-bingkai-foto-AKBP-Buddy-Alfrits-Towoliu.jpg)