Luar Negeri
Donald Trump Diadili, Pertanyakan Logika Tuduhan Pemerkosaan
Mantan presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut klaim E Jean Carroll, wanita penulis, bahwa Trump memerkosanya di sebuah department store
PROHABA.CO, NEW YORK CITY - Mantan presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut klaim E Jean Carroll, wanita penulis, bahwa Trump memerkosanya di sebuah department store Manhattan, New York, sebagai cerita yang paling konyol dan menjijikkan.
Trump bersaksi dalam deposisi yang diperlihatkan di pengadilan Kamis (4/5/2023) bahwa tuduhan itu dibuat-buat dan bahwa penyerangan itu tidak pernah terjadi.
Pengacara penuduh dari E Jean Carroll memainkan sekitar 30 menit kutipan dari deposisi mantan presiden, termasuk penolakan tegasnya terhadap tuduhan kolumnis nasihat lama bahwa dia menyerangnya pada pertengahan 1990- an di ruang ganti Bergdorf Goodman.
“Jika itu benar-benar terjadi, kejadian itu akan dilaporkan dalam beberapa menit setelah kejadian,” kata Trump, berpendapat bahwa pembeli dan personel di toko yang sangat sibuk itu akan mendengar keributan dan memberi tahu pihak berwenang.
“Ini adalah cerita yang paling konyol dan menjijikkan. Itu hanya dibuat-buat,” kata Trump dalam deposisi video yang diambil pada bulan Oktober lalu, seperti dilansir dari Associated Press.
Dalam perkembangan lain hari Rabu (3/5/2023) pengacara Trump mengatakan mereka tidak akan memanggil saksi.
Baca juga: Saksi Baru Kasus Pemerkosaan Trump Ungkap Detail Mengejutkan
Hal ini meningkatkan kemungkinan persidangan yang diawasi ketat akan beralih ke argumen penutup dan pertimbangan minggu depan.
Pengacara Trump, yang belum menghadiri persidangan, mengatakan dia tidak akan bersaksi, memberi bobot lebih pada deposisi.
Juri di pengadilan federal di Manhattan diharapkan mendengar lebih banyak deposisi Trump pada hari Kamis, diikuti oleh tiga saksi lagi yang dipanggil ke mimbar oleh pengacara Carroll.
Trump membantah pernah mengenal Carroll dan mengatakan bahwa Carroll bukan tipenya, serta berpendapat bahwa klaimnya adalah upaya bermotivasi politik untuk mencoreng reputasinya dan menolaknya dari Gedung Putih.
Penyangkalan deposisi Trump menandai hari emosional di pengadilan yang melihat lebih banyak tuduhan perilaku yang tidak pantas dengan wanita.
Ada pula pemutaran video “Access Hollywood” yang terkenal di mana Trump membual tentang memegang alat kelamin wanita tanpa meminta izin.
Natasha Stoynoff, mantan penulis majalah People, bersaksi dengan berlinangan air mata bahwa Trump secara paksa menciumnya di luar keinginannya sambil mengajaknya berkeliling perkebunan Mar-a-Lago.
Baca juga: Wanita Kolumnis AS Beberkan Kronologi Ia Diperkosa Trump
Baca juga: Mengaku Busa Luluskan Jadi ASN, Oknum PNS Kota Palopo Lakukan Penipuan Rp 300 Juta
Hal ini terjadi tepat setelah Natal tahun 2005, saat dia menulis sebuah artikel tentang ulang tahun pernikahan pertamanya dan istrinya Melania.
Sebelum persidangan, pengacara Trump tidak berhasil menghalangi juri untuk melihat video “Access Hollywood” dan mendengar keterangan dari Stoynoff.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/presiden-amerika-serikat-as-donald-trump.jpg)