Kamis, 23 April 2026

Luar Negeri

Penembakan Massal Serbia Ditangkap, 600 Polisi Dikerahkan

Menurut media setempat, tersangka dalam penembakan kedua terlibat perkelahian di halaman sekolah pada Kamis (4/5/2023) malam dan pergi, tetapi kembali

Editor: Muliadi Gani
AFP/ANDREJ ISAKOVIC
Menteri Dalam Negeri Serbia Bratislav Gasic (kedua dari kiri) mengunjungi desa Dubona dekat kota Mladenovac, sekitar 60 kilometer (37 mil) selatan ibu kota Serbia, Beograd, pada 5 Mei 2023, setelah terjadi penembakan di jalan raya. 

PROHABA.CO, BELGRADE - Polisi Serbia menangkap seorang pria bersenjata api yang diduga membunuh delapan orang dan melukai 14 orang lainnya di Desa Dubona, dekat ibu kota Beograd, Jumat (5/5/2023).

Insiden ini merupakan penembakan massal kedua yang menggegerkan Serbia dalam pekan ini.

Diberitakan sebelumnya, pada Rabu (3/5/2023), seorang anak laki-laki berusia 13 tahun menembak mati sembilan orang dan melukai tujuh orang di sebuah sekolah di Beograd sebelum menyerahkan diri.

"Tersangka UB, lahir tahun 2002, telah ditangkap di sekitar Kota Kragujevac.

Dia diduga membunuh delapan orang dan melukai 14 lainnya dalam semalam," kata Kementerian Dalam Negeri Serbia dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.

Kementerian Dalam Negeri Serbia memastikan proses penyelidikan sedang berlangsung atas insiden ini.

Menurut media setempat, tersangka dalam penembakan kedua terlibat perkelahian di halaman sekolah pada Kamis (4/5/2023) malam dan pergi, tetapi kembali dengan senapan serbu dan pistol.

Dia melepaskan tembakan dan terus menembaki orang-orang secara acak dari mobil yang bergerak.

Penyiar negara RTS melaporkan seorang polisi yang sedang tidak bertugas dan saudara perempuannya termasuk di antara mereka yang tewas.

Baca juga: Penembakan Massal Terjadi di Serbia, 8 Orang Tewas

Baca juga: Penembakan Brutal di Bank Louisville Kentucky, 5 Orang Tewas dan 6 Terluka

Baca juga: ASIK, Istri Pertama dan Kedua Sangat Akrab Seperti Adik Kakak

"Sekitar 600 polisi Serbia, termasuk Satuan Anti-Teroris Khusus (SAJ) elit dan Gendarmerie terlibat dalam perburuan, yang dijuluki Operasi Angin Puyuh," lapor RTS.

Di dalam Desa Dubona, seorang saksi Reuters melihat polisi bersenjata lengkap mendirikan pos pemeriksaan dan menggeledah lalu lintas yang masuk. SUV polisi lapis baja dan van hitam mengelilingi area itu.

"Ini menyedihkan, polisi muda itu seumuran putri saya, lahir tahun 1998.

Putriku sedang minum obat penenang, kami tidak bisa tidur semalaman, mereka tumbuh bersama," kata Danijela, seorang wanita paruh baya di Dubona.

RTS melaporkan, korban terluka telah diangkut ke beberapa rumah sakit setempat.

Ia juga mengatakan, Kementerian Kesehatan Serbia memanggil orang-orang untuk menyumbangkan darah bagi yang terluka.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved