Rabu, 6 Mei 2026

Tahukah Anda

Kenapa Danau-Danau Terbesar di Dunia Kini Kehilangan Air, Ini Penyebabnya

Informasi mengenai danau-danau besar di dunia yang mengalami penyusutan volume air telah menjadi cerita memprihatinkan.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
ist
Danau-danau Besar di Timur Tengah Kering, Kini Jadi Ladang Tandus. 

PROHABA.CO - Danau di bumi diperkirakan hanya menutupi sekitar 3 persen permukaan planet.

Namun, danau menampung hampir 90 persen air tawar permukaan dan hal itu sangat penting untuk air minum, irigasi dan kebutuhan industri listrik.

Danau juga habitat penting bagi tumbuhan dan hewan.

Informasi mengenai danau-danau besar di dunia yang mengalami penyusutan volume air telah menjadi cerita memprihatinkan.

Faktor utama yang dipersalahkan adalah pemanasan global dan krisis iklim.

Sebuah studi baru yang dipublikasikan di jurnal Science mengungkapkan hal memprihatinkan.

Lebih dari 50 persen danau terbesar di dunia kehilangan air.

Penyebab utamanya, menurut peneliti, adalah pemanasan iklim dan konsumsi manusia yang tidak berkelanjutan.

Meski berita ini bukan berita yang menggembirakan, penulis utama Fangfang Yao, peneliti iklim di Univesity of Virginia, AmerikaSerikat, mengatakan hal itu tidak sepenuhnya suram.

Dengan metode baru untuk melacak tren penyimpanan air danau dan alasan di baliknya, ilmuwan dapat memberikan wawasan kepada pengelola air dan masyarakat tentang bagaimana cara melindungi sumber air dan ekosistem dengan lebih baik.

Pemandangan Kota Takengon dan Danau Lut Tawar dari atas Bur Pepylon, (4/4/2022).
Pemandangan Kota Takengon dan Danau Lut Tawar dari atas Bur Pepylon, (4/4/2022). (SERAMBINEWS.COM)

Baca juga: Padang Pasir Gersang di Arab Saudi Berubah Menjadi Danau

Baca juga: Lombok Timur Hadapi Kekeringan, Tiap Minggu Warga Harus Rela Merogoh Kocek Rp 50 Ribu

Baca juga: Perubahan Iklim Sebabkan Warna Danau Ikut Berubah

“Ini adalah penilaian komprehensif pertama tentang tren dan pendorong variabilitas penyimpanan air danau global berdasarkan serangkaian satelit dan model,” kata Yao, seperti dikutip dari Phys, Jumat (19/5/2023).

Yao sendiri termotivasi untuk melakukan penelitian karena krisis lingkungan di beberapa badan air terbesar di Bumi, seperti mengeringnya Laut Aral, antara Kazakhstan dan Uzbekistan.

Ia kemudian bersama rekan-rekannya menciptakan teknik untuk mengukur perubahan ketinggian air di hampir 2.000 danau dan waduk terbesar di dunia yang mewakili 95 persen dari total penyimpanan air danau di dunia.

Tim menggabungkan tiga dekade pengamatan dari berbagai satelit dengan model untuk menghitung dan menghubungkan tren penyimpanan danau secara global.

Secara global, danau dan waduk air tawar menyimpan 87 persen air di planet ini, menjadikannya sumber daya berharga bagi manusia dan ekosistem Bumi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved