Luar Negeri
Cina-Rusia Gelar Patroli Udara Bersama di Atas Laut Jepang
Tak dijelaskan secara rinci terkait senjata tempur apa saja yang digunakan Beijing dan Moskow dalam patroli itu, namun Kementerian Pertahanan Cina
PROHABA.CO, BEIJING – Militer Cina dan Rusia menggelar patroli udara di atas Laut Jepang dan Laut Cina pada hari Selasa (6/6/2023)
Aktivitas tahunan ini berfokus pada kemampuan patroli udara strategis kedua negara.
Tak dijelaskan secara rinci terkait senjata tempur apa saja yang digunakan Beijing dan Moskow dalam patroli itu, namun Kementerian Pertahanan Cina menyebut patroli gabungan yang digelar negaranya merupakan bagian dari kerja sama tahunan yang telah terlaksana sejak tahun 2019 lalu.
“Beijing dan Moskow melakukan patroli udara bersama keenam sesuai dengan rencana kerja sama militer tahunan antara Cina dan Rusia," sebut Kementerian Pertahanan Cina.
Sejumlah negara di Asia seperti Jepang, semenanjung Korea, dan Taiwan menilai tindakan Cina dan Rusia tersebut sebagai sikap agresif yang dapat mengancam kedaulatan di Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ).
Mengingat tindakan seperti ini bukan kali pertama yang dilakukan Cina dan Rusia.
Hal tersebutlah yang mendorong pemerintah Korea Selatan untuk mulai membalas gertakan Beijing dengan mengerahkan jet tempur untuk menanggapi pesawat tempur yang bermanuver di dekat wilayah udaranya.
Baca juga: Belarusia Lakukan Latihan Militer, Antisipasi Konflik Ukraina dan Rusia Memburuk di Perbatasan
Baca juga: Oknum Guru SMP di Ciamis Diduga Cabuli Belasan Siswinya
“Militer Korea Selatan mengidentifikasi jet Cina dan Rusia sebelum mereka masuk ke zona identifikasi udara," kata Kepala Staf Gabungan (JCS) Seoul.
"Sebagai bentuk antisipasi kami mengerahkan pesawat tempur angkatan udara untuk melakukan langkah-langkah taktis untuk menghadapi terjadi keadaan darurat," tambah kepala JCS.
Sebelum patroli gabungan digelar, Beijing dan Moskow diketahui telah lama menjalin hubungan yang harmonis.
Bahkan beberapa kali Cina kepergok membantu mendanai perang Rusia dengan cara memborong minyak mentah yang ditawarkan pemerintah Kremlin.
Menurut laporan pejabat Gedung Putih, Beijing juga aktif menyediakan dukungan militer kepada Moskow serta membantu presiden Putin agar dapat menghindari sejumlah sanksi negara Barat.
Meski tindakan Pemerintah Cina telah mendapat peringatan keras dari para pejabat AS, hal tersebut tak lantas membuat hubungan Rusia dan Cina merenggang.
Keduanya justru makin harmonis hingga beberapa kali menggelar kerja sama di berbagai proyek.
Diantara dengan menggelar latihan militer dan patroli gabungan bersama, The Moskow Times mencatat dalam setahun terakhir setidaknya kedua negara ini sudah melangsungkan latihan militer dan patroli gabungan bersama sebanyak enam kali.
Baca juga: Kubah Masjid Hendak Dibongkar, Muslim Cina Bentrok dengan Polisi
Baca juga: Rusia Tempatkan Senjata Nuklir Taktis di Belarus
Baca juga: Belarusia Lakukan Latihan Militer, Antisipasi Konflik Ukraina dan Rusia Memburuk di Perbatasan
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cina-Rusia Gelar Patroli Udara di Atas Laut Jepang, Asia Serukan Siaga Perang,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ilustrasi-pesawat-tempur-china.jpg)