Kamis, 30 April 2026

Luar Negeri

Rusia Tempatkan Senjata Nuklir Taktis di Belarus

Ketika diungkap oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada Maret lalu, rencana penempatan senjata nuklir taktis atau jarak pendek di Belarus ini telah

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Selebaran / Kementerian Pertahanan Rusia / AFP
Cuplikan video handout yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia pada 20 April 2022 menunjukkan peluncuran rudal balistik antarbenua Sarmat di lapangan pengujian Plesetsk, Rusia. Presiden Rusia mengatakan bahwa Rusia telah berhasil menguji rudal balistik antarbenua Sarmat, mengatakan generasi berikutnya yang mampu membawa muatan nuklir akan membuat musuh Kremlin "berpikir dua kali." 

PROHABA.CO, MOSKWA - Presiden Belarus Alexander Lukashenko pada Kamis (25/5/2023) mengatakan, Rusia telah mulai memindahkan senjata nuklir ke negaranya.

Ketika diungkap oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada Maret lalu, rencana penempatan senjata nuklir taktis atau jarak pendek di Belarus ini telah menuai kecaman dari Barat.

Pengumuman Putin saat itu memicu kekhawatiran akan berkembangnya konfl ik nuklir.

Sementara itu, belum ada komentar terbaru dari Rusia tentang pengiriman senjata nuklir ke Belarus kali ini.

"Pengalihan amunisi nuklir telah dimulai," kata Lukashenko kepada wartawan saat berkunjung ke Moskwa, sebagaimana dikutip dari Kantor berita AFP.

Lukashenko telah mengizinkan wilayahnya, yang berbatasan dengan Ukraina serta anggota Uni Eropa (UE) dan NATO, yakni Polandia dan Lituania, untuk berfungsi sebagai landasan peluncuran bagi serangan Rusia ke Ukraina.

Lukashenko mengatakan, Putin telah memberitahunya pada Rabu (24/5/2023) bahwa dia telah menandatangani keputusan tentang transfer senjata nuklir taktis tersebut.

Bukan hanya bahayakan penduduk Belarus Pemimpin oposisi Belarus, Svetlana Tikhanovskaya pada Kamis memperingatkan, penempatan senjata nuklir Rusia di Belarus bukan hanya akan membahayakan nyawa penduduk Belarus, tetapi juga menciptakan ancaman baru terhadap Ukraina dan seluruh Eropa.

Baca juga: Korea Utara Uji Coba Drone Bawah Air, Memiliki Kemampuan Nuklir

Baca juga: 52 WNA Cina Sindikat "Fraud" Dideportasi, Sempat Mengaku sebagai Polisi

Baca juga: Korut Nyatakan Perang jika Uji Coba Rudal Ditembak

"Itu akan membuat Belarus menjadi sandera ambisi kekaisaran Rusia," tambah Tikhanovskaya.

Pada April lalu, pasukan Belarus ditengarai telah mulai melatih pasukan untuk sistem rudal Rusia berkemampuan nuklir.

Sementara itu, Amerika Serikat menyatakan akan memantau pergerakan tersebut.

Terkait penempatan senjata nuklir taktis Rusia di wilayah Belarus ini, Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre menyebut kedua negara tidak bertanggung jawab dan provokatif.

"Kami belum melihat alasan untuk menyesuaikan postur nuklir kami sendiri atau indikasi apa pun bahwa Rusia siap menggunakan senjata nuklir dari Belarus," kata Karine Jean-Pierre.

Senjata nuklir taktis sendiri adalah senjata medan perang yang menghancurkan.

Meski demikian, senjata nuklir taktis memiliki hasil yang lebih kecil dibandingkan dengan senjata strategis jarak jauh.

(kompas. com)

Baca juga: Rusia Luncurkan Serangan Gelombang Rudal ke Ukraina

Baca juga: Serangan Rusia Rusak Puluhan Bangunan, Dua Warga Ukraina Tewas

Baca juga: Rusia dan Cina Segera Ciptakan Mata Uang Baru, Ingin Lepas dari Dollar AS

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved