Rabu, 29 April 2026

Luar Negeri

Serangan Rusia Rusak Puluhan Bangunan, Dua Warga Ukraina Tewas

Rusia melepaskan tembakan rudal baru ke Ukraina semalam di sebuah kota di timur, menewaskan dua orang, memicu kobaran api besar dan merusak puluhan

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
AP PHOTO via VOA INDONESIA
Sejumlah tentara Rusia menembakkan artileri dari meriam howitzer M777 ke arah posisi Rusia di wilayah Kherson, Ukraina, 9 Januari 2023. 

PROHABA.CO, KYIV - Rusia melepaskan tembakan rudal baru ke Ukraina semalam di sebuah kota di timur, menewaskan dua orang, memicu kobaran api besar dan merusak puluhan rumah dan bangunan lainnya.

Presiden Volodymyr Zelensky mengumumkan dua kematian dalam pidato video malamnya, bersumpah bahwa penjajah Rusia akan menerima balasan untuk setiap serangan semacam itu.

"Rudal teroris merenggut nyawa dua orang, pria yang sangat muda," kata Zelensky, seperti dilansir dari Reuters.

"Empat puluh orang lainnya, wanita, anak-anak, pria, dirawat karena luka dan cedera," tambahnya.

Zelensky juga mengatakan seorang anak laki-laki berusia 14 tahun tewas di dekat sekolahnya ketika terkena bom di wilayah Chernihiv, dekat perbatasan Rusia.

Serangan di Pavlohrad, sebuah kota dan pusat kereta api, terjadi selama gelombang kedua serangan rudal nasional dalam tiga hari.

Baca juga: AS dan NATO Siapkan Ukraina Serang Balik Rusia, Dokumen Rahasia Bocor

Rusia tampaknya menghidupkan kembali taktik serangan jarak jauh musim dingin menjelang serangan balasan Ukraina yang direncanakan.

Sebuah kawah besar telah meledak di halaman belakang sebuah rumah yang dipenuhi puing-puing di pinggiran Pavlohrad di tenggara Ukraina, sekitar 100 kilometer (62 mil) dari garis depan.

Rumah-rumah di dekatnya rusak parah. Di pusat kota, jendela sebuah asrama yang melayani pabrik kimia pecah.

"Saya berlari keluar dan melihat garasi hancur.

Semuanya terbakar, pecahan kaca ada di mana-mana.

Jika kami berada di luar, kami akan terbunuh," kata penduduk Olha Lytvynenko, 61 tahun. Suprun, 41 tahun, mengatakan dia berlindung dengan putrinya di lorong asrama.

"Kami bergegas ke lorong, berbaring di lantai.

Dan kemudian gelombang ledakan memutar pintu.

Jika kami tinggal selama lima detik lagi, kami akan terjebak di sini," katanya.

Baca juga: Gara-gara Sakit Hati, Abang dan Adik Saling Bacok hingga Tewas

Baca juga: Rusia dan Cina Segera Ciptakan Mata Uang Baru, Ingin Lepas dari Dollar AS

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved