Minggu, 12 April 2026

Tahukah Anda

Penyu Hijau Selama 3.000 Tahun Makan di Tempat yang Sama 

Selama lebih kurang 3.000 tahun, penyu hijau dari generasi ke generasi telah kembali ke padang lamun yang sama untuk makan.

Editor: Muliadi Gani
Photo by Bruce Warrington
Ilustrasi penyu hijau 

PROHABA.CO - Penyu hijau telah menjadi spesies yang menarik perhatian banyak orang selama bertahun-tahun.

Baru-baru ini, seorang ahli ekologi sejarah dari Universitas Groningen, Willemien de Kock, menemukan sebuah temuan mengejutkan.

Selama lebih kurang 3.000 tahun, penyu hijau dari generasi ke generasi telah kembali ke padang lamun yang sama untuk makan.

Hal mengejutkan ini ditemukan oleh Willemien de Kock, ahli ekologi sejarah di Universitas Groningen setelah menggabungkan data modern dengan temuan arkeologi tentang penyu hijau.

Fakta bahwa penyu berimigrasi untuk berkembang biak danmakan memang sudah diketahui.

Akan tetapi, temuan baru mengungkapkan fakta menarik bahwa hal tersebut ternyata berlangsung selama beberapa generasi.

Temuan ini pun menyoroti pentingnya melindungi padang lamun di sepanjang pantai Afrika Utara.

Baca juga: Menakjubkan! Pulau Banyak Di Aceh Singkil Menawarkan Pengalaman Melihat Penangkaran Penyu

Makanan penyu hijau Dikutip dari Science Daily, Minggu (23/7/2023), saat bayi penyu hijau muda menetas, mereka keluar dari pantai menuju lautan tanpa bantuan induk mereka.

Anak-anak penyu hijau itu sebenarnya bukan pemakan yang pilih-pilih karena omnivora.

Akan tetapi, di saat usia mereka menginjak sekitar lima tahun, anak-anak penyu hijau ini akan berenang ke daerah yang sama di mana orang tua mereka pergi mencari makan, yaitu menuju padang lamun.

Untuk mempelajari bagaimana penyu-penyu ini kemudian bermigrasi, De Kock meneliti kotak berisi sisa-sisa penyu dari situs arkeologi di wilayah Laut Mediterania.

Dengan menganalisis tulang, ia mampu membedakan spesies yang ada di kumpulan tulang itu, apakah penyu hijau atau penyu tempayan.

Tidak hanya itu, De Kock juga dapat mengidentifi kasi apa yang dimakan penyu dengan memeriksa kolagen tulang dengan spektrometer massa.

Setelah itu, ia menggabungkan hasil analisisnya dengan data pelacakan satelit modern dari University of Exeter tentang rute perjalanan penyu hijau di masa kini dan ke mana tujuan mereka.

Baca juga: Selundupkan 18 Penyu Hijau, 2 Pria Ditetapkan Tersangka

Baca juga: Telanjur Ceraikan Suami, Seorang Wanita 2 Kali Urung Dinikahi Pak Kades

Para peneliti dari Exeter juga telah mengambil sampel kecil dari kulit penyu, yang mengungkapkan informasi diet penyu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved